Mesin Waktu

Roy DeMeo, Mafia New York Terkejam yang Jadi Mayat di Bagasi Mobil

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 21:35 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian

"Mereka membuang mayat dengan mengeringkan darah mereka di kamar mandi dan kemudian mengirisnya menjadi potongan-potongan, untuk dimasukkan ke dalam kantong sampah," tulis The Times. Cara sadis ini kemudian dikenal dengan "metode Gemini". Metode ini bahkan mengejutkan sejumlah mafia kawakan termasuk Paul Castellano yang jadi bos kelompok Gambino pada 1976.

Menurut Albert juga, ayahnya itu tak ingin melibatkan anggota keluarga perempuan dengan dunia mafia. Namun sebaliknya pada anak laki-laki. Umur 6 tahun, Albert diberikan pistol kaliber 22. Pada anaknya itu Roy berkata, "Dua kali (tembakan) di kepala, dan pastikan dia mati."

Setelah mapan, Roy juga mendirikan beberapa perusahaan sebagai tempat pencucian uang. Akhir tahun '70-an, Roy kehilangan kepercayaan pada kawan-kawannya. Saat itu, Albert yang diminta mengumpulkan uang-uang pungutan. Biro Investigasi Federal juga mulai menghubungkannya dengan sejumlah kasus pembunuhan. Rumahnya diawasi penuh para agen.

Pada hari terakhirnya, 10 Januari 1983 Roy yang mengenakan jaket kulit pamit pergi ke rumah anggotanya Patty Testa. Dia berjanji malamnya akan pulang pada acara ulang tahun putrinya. Namun janji itu tak ditepatinya. Karena Roy tidak biasa melewatkan acara keluarga yang penting, keluarganya curiga ada sesuatu yang terjadi padanya.

Sepuluh hari kemudian, mobil Cadillac milik Roy ditemukan di tempat parkir Veruna Boat Club di Brooklyn. Tubuhnya yang sebagian membeku ditemukan di bagasi dengan lampu gantung di atasnya. Luka bekas tembak ada di kepala dan tangannya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3