Polisi Akan Panggil Ahli-Staf Garuda Terkait Kasus 'Gundik' Siwi Pramugari

Matius Alfons - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 21:04 WIB
Kombes Yusri Yunus (Wildan/detikcom)
Jakarta - Polisi akan memanggil sejumlah saksi lain terkait kasus pencemaran nama baik terhadap Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti atau Siwi Sidi. Saksi yang akan dipanggil ialah saksi ahli hingga staf Garuda.

"Hari ini kita jadwalkan (pemeriksaan) tiga, tapi yang dua minta diundur Kamis, rencana besok (Selasa, 21 Januari 2020) dua lagi yang diperiksa di sisi rekan saudari Siwi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Polisi juga mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi ahli. Pemeriksaan diagendakan pada minggu depan.

"Kita jadwalkan minggu depan periksa saksi ahli, ada tiga saksi ahli yang akan kita coba minta keterangannya. Pertama saksi ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli pidana," ujar Yusri.

"Nanti akan kita kumpulkan kalau sudah selesai, termasuk analisa akun Twitter @digeeembok masih terus dilakukan penyidik," sambung Yusri.



Siwi Dicecar 42 Pertanyaan Soal Kasus 'Gundik' Dirut Garuda:




Selain saksi ahli, Yusri menyebut akan memanggil sejumlah staf yang bekerja di Garuda. Staf tersebut akan dikonfirmasi terkait status Siwi di Garuda.

"Dari staf Garudanya, kan masuk masalah kerja. Kan Siwi kerja di Garuda, kita akan tahu apa memang betul kerja di Garuda. Dia status kontrak selama 2 tahun, nanti akan dipanggil lagi staf Garuda betul nggak sih si Siwi kerja," jelasnya.

Beberapa rekan kerja Siwi juga akan dimintai keterangan oleh polisi. Sebelumnya, polisi memeriksa 2 saksi rekan Siwi.

"Ya (pramugari) ada beberapa, 8 saksi lagi yang akan dipanggil," ujar Yusri.

Siwi sendiri telah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Metro, pagi ini sekitar pukul 11.00 WIB. Siwi dicecar 42 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus 'gundik Garuda'.

Seperti diketahui kasus 'gundik Garuda' itu dilaporkan Siwi ke Polda Metro Jaya. Dia merasa nama baiknya tercemarkan lantaran dituding sebagai 'gundik Garuda'.

(maa/mea)