Lagi-lagi WNI Disandera Abu Sayyaf, Kemlu Kritik Malaysia

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 20:54 WIB
Tambisan, Lahad Datu, Malaysia (Tangkapan Layar Google Maps)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyesalkan kejadian penculikan terhadap lima WNI di perairan Tambisan, Tungku, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Kemlu menegaskan akan mengutamakan keselamatan para sandera.

"Langkah-langkah yang bisa dilakukan mengatasi penyanderaan itu dalam sesegera mungkin kami utamakan tentunya keselamatan sandera itu. Betul-betul kami menyesalkan hal ini terjadi berulang," kata Wamenlu Mahendra Siregar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).


Penculikan terhadap WNI yang terus berulang itu, disebut Mahendra, terjadi karena kurang efektifnya koordinasi dan keterlibatan pihak berwenang di Malaysia. Mahendra berharap hal itu bisa ditingkatkan.

"Dan kelihatannya kondisi itu antara lain karena koordinasi dan keterlibatan para pihak yang berwenang di Malaysia yang kurang efektif selama ini. Kami berharap dapat ditingkatkan dalam waktu dekat ini," ujarnya.


Selain dengan Malaysia, Mahendra mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Filipina. Mahendra berharap Malaysia menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam menjaga semua kepentingan yang ada di perairannya.

"Untuk tidak terus-menerus berulang hal seperti ini, karena ini terjadi di wilayah laut Malaysia, kapal Malaysia, terjadi terus-menerus. Ini sesuatu yang kami sesalkan. Tapi di lain pihak juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dari Malaysia dalam menjaga dan melindungi semua kepentingan di sana, yang dalam hal ini terkait awak kapal Indonesia, harus lebih baik lagi dilakukan," ucap Mahendra.


Tonton juga video Menlu: 2 WNI Sandera Abu Sayyaf Sudah Berada di Otoritas Indonesia:


Selanjutnya
Halaman
1 2