LPSK Siap Beri Perlindungan Saksi di Kasus Suap Wahyu Setiawan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 16:08 WIB
Ketua LPSK Hasto Atmojo (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersedia memberikan perlindungan bagi saksi dalam kasus dugaan suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Saksi pelaku dapat disebut sebagai justice collaborator.

Awalnya, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menjelaskan peran LPSK yang berwenang memberikan perlindungan bagi saksi dan korban dalam kasus dugaan korupsi. Hal itu disampaikan Hasto dalam diskusi 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

"Taruhlah kemudian perkara ini berjalan menjadi tindak pidana korupsi, itu ada kewenangan LPSK untuk terlibat di dalamnya atau intervensi terhadap peranan kasus ini tetapi LPSK ini bukan pihak yang utama. Maksud saya begini, peranan LPSK ini peranan supplementary di dalam sistem peradilan pidana," kata Hasto.



"Saya sebut supplementary sebagai yang pertama penegak hukum harus menentukan dulu bahwa suatu tindak pidana adalah tindak pidana dan berjalan sebagai suatu tindak pidana," sambungnya.

Dalam perannya, Hasto mengatakan LPSK dapat memberikan perlindungan saksi dan korban yang mempunyai kesaksian yang signifikan. Jika tak memiliki kesaksian signifikan, LPSK tak dapat memberikan perlindungan.

"Nah LPSK memberikan kewenangan perlindungan maupun bantuan kepada saksi maupun korban kalau saksi dan korban mempunyai kesaksian yang signifikan di dalam proses penegakan hukumnya. Kalau saksi itu tak memiliki signifikasi kesaksiannya, tentunya kita tidak bisa memberikan," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3