Samirin Dibui karena Rp 17 Ribu, Ini Aturan yang Larang Kasus 'Receh' Ditahan

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 11:49 WIB
Foto: Samirin (ist.)
Jakarta - Kakek Samirin (69) dipenjara 2 bulan 4 hari karena mengambil sisa getah karet di pohon milik perusahaan Bridgestone. Korporasi asal Jepang itu menilai gara-gara sisa getah karet sebesar 1,9 kg diambil Samirin, pihaknya rugi Rp 17.480.

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2/2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP, Samirin seharusnya tidak perlu sampai ditahan. Perma itu dibuat pada 28 Februari 2012.

"Materi perubahan KUHP pada dasarnya merupakan materi undang-undang, namun mengingat perubahan KUHP diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama sementara perkara-perkara terus masuk ke pengadilan, Mahkamah Agung memandang perlu melakukan penyesuaian nilai rupiah yang ada dalam KUHP berdasarkan harga emas yang berlaku pada tahun 1960," demikian pertimbangan Perma Nomor 2/2012 yang ditantangani oleh Harifin Tumpa sebagaimana dikutip detikcom, Minggu (19/1/2020).


Peraturan Mahkamah Agung ini sama sekali tidak bermaksud mengubah KUHP, Mahkamah Agung hanya melakukan penyesuaian nilai uang yang sudah sangat tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini. Hal ini dimaksudkan memudahkan penegak hukum khususnya hakim, untuk memberikan keadilan terhadap perkara yang diadilinya.

"Bahwa sejak tahun 1960 nilai rupiah telah mengalami penurunan sebesar 10.000 kali jika dibandingkan harga emas pada saat ini. Untuk itu maka seluruh besaran rupiah yang ada dalam KUHP kecuali pasal 303 dan 303 bis perlu disesuaikan," ujar Harifin Tumpa.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3