Monas Gundul Sebagian, Dinas Citata DKI: Untuk Pelataran Apel Upacara

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 06:57 WIB
Foto: Dok. detikcom
Jakarta - Sebagian kawasan Monas nampak gundul karena revitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Kadis Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan revitalisasi kawasan tersebut guna menciptakan pelataran untuk kegiatan upacara.

"Itu kan memang dirancang itu kan untuk dalam konsep itunya kan, bukan digundul sih. Memang rencangan awalnya kan, itu memang dirancang untuk pelataran apel upacara. Makanya dibuatin center, persis. Sampai saat ini kan ininya kan nggak center tuh. Kalau kita lihat dari semua sisi hanya sisi itu saja yang nggak pas," kata Heru kepada detikcom, Sabtu (18/1/2020) malam.

Heru menyebut kawasan tersebut akan dijadiikan pusat kegiatan di Monas seperti ketika ada kegiatan apel. Menurutnya, saat ini kawasan Monas tidak memiliki tempat yang jelas untuk melaksanakan apel.

"Iya selama ini kan apel kan nggak ada, nggak punya perencanaan tuh," sambungnya.


Dia menggambarkan tampilan revitalisasi yang tengah digarap Pemprov DKI Jakarta itu. Heru menyebut pelataran itu nantinya akan dihiasi beberapa ornamen.

"Kan ada kolamnya juga sisi utaranya ada kolamnya, terus kemudian ada pelatarannya, kemudian ada plenternya sisi kiri-kanannya, kira-kira gitu," ucap Heru.


Heru pun tidak setuju jika kondisi kawasan Monas itu disebut mengalami penggundulan. Namun, dia menambahkan, nantinya akan dilakukan penghijauan kembali pada beberapa lokasi di kawasan Monas.

"Kalau upacara kan kita rancangnya memang perancangannya akan di situ. Jadi memang ke depan dari sisi itu akan diijoin (dihijaukan) yang parkiran. Makanya parkiran kalau dari sisi construct sebenarnya parkiran nggak ada di situ," ungkapnya.


Dia menyebut dalam prosesnya memang ada beberapa pohon yang ditanam di sana. Namun, Heru kembali menekankan bahwa ide awal kawasan tersebut memang tak ada pepohonan. Tata pepohonan di sana pun, kata Heru, tidak teratur dengan baik.

"Bukan masalah gundul. Memang perancangan dari dulunya kan memang itu terbuka, dari perancangan awal memang itu terbuka. Karena dulu nggak diterusin kemudian dipakai parkir akhirnya kan ditanamin. Makanya kan pohonnya nggak teratur waktu itu," tegas Heru.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sedang merevitalisasi kawasan Monas. Proses revitalisasi ini menyebabkan sebagian kawasan Monas gundul karena ratusan pohon ditebang.

Pantauan detikcom di kawasan Monas, Sabtu (18/1) sore, warga masih bisa masuk ke area Monas, termasuk naik ke puncak tugu Monas. Warga hanya tak bisa melewati area sisi selatan lantaran ada proyek revitalisasi Pemprov DKI. Area itu terlihat sedang dalam proses pengecoran dengan perkiraan luas area sekitar 100x50 meter. (jef/gbr)