Festival Keimigrasian, Imigrasi Gandeng BRI Layani 1.400 Pemohon

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 19:13 WIB
Foto: BRI
Jakarta -

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menyelenggarakan Festival Keimigrasian 2020 pada 18-19 Januari 2020. Melalui acara yang digelar selama 2 hari ini, Ditjen Imigrasi akan didukung oleh Bank BRI dalam menggelar pelayanan Paspor Simpatik.

"Ditjen Imigrasi melayani pembuatan paspor untuk 1.400 pemohon selama 2 hari, di mana Bank BRI bertindak sebagai Bank Penerima Setoran PNBP Keimigrasian khususnya untuk pembayaran paspor," ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/1/2020).

Dengan menggandeng BRI, ke depannya pemohon paspor bisa membayar PNBP Paspor melalui 5 metode yang berbeda, di antaranya teller BRI, ATM BRI, EDC BRI, Internet Banking BRI, dan CMS BRI di seluruh jaringan kerja Bank BRI yang tersebar di seluruh Indonesia yaitu 9.635 unit kerja, 20.846 ATM, 206.709 EDC.

Dalam rangkaian pembukaan kegiatan ini juga dilakukan penyerahan kartu BRIZZI Edisi Khusus Festival Keimigrasian 2020 oleh Direktur Keuangan Bank BRI, Haru Koesmahargyo kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Bambang Rantam Sariwanto. Dalam acara tersebut juga hadir Direktur Jaringan dan Layanan BRI A.Solichin Lutfiyanto.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung proses Layanan Paspor Simpatik sampai dengan proses pembayaran PNBP Paspor melalui counter teller Bank BRI, dilanjutkan dengan kunjungan ke Stand Kedutaan Asing.

Dalam kegiatan ini PT Pos juga turut berpartisipasi yang akan mengirimkan paspor kepada alamat penerima. Selain itu juga digelar pameran wisata, edukasi dan juga kuliner yang diikuti oleh perwakilan negara asing

Festival yang digelar di Sentra BRI, Jalan Jenderal Sudirman ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-70, bertujuan untuk membangun persepsi di tengah masyarakat bahwa paspor bukanlah barang yang sulit dan eksklusif hanya untuk sebagian orang.



(mul/ega)