Mesin Waktu

Akhir Tragis Kerajaan Hawaii, Sang Ratu Dijungkalkan Investor AS

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 17:39 WIB
Foto: Ratu Kerajaan Hawaii, Lili'uokalani (Wikimedia Commons)
Jakarta - Tepat pada tanggal ini, 127 tahun lalu sekelompok pengusaha memaksa Ratu Lili'uokalani yang memerintah di Hawaii untuk melepas kekuasaannya. Kudeta ini menyebabkan Kerajaan Hawaii runtuh dua tahun kemudian. Dan selanjutnya dicaplok masuk teritori Amerika Serikat menjadi negara bagian ke-50.

Di awal 1800-an para pedagang dan misionaris yang datang dari Eropa mulai mengutak-atik sistem monarki di Hawaii. Para pendatang ini menawarkan monarki konstitusional gaya Inggris. Di mana monarki hanya memiliki sedikit kekuasaan. Mereka kemudian mendirikan Partai Misionaris yang belakangan berubah jadi Partai Reformasi.


Tahun-tahun berikutnya orang-orang kaya dari daratan AS pun semakin banyak berinvestasi di pulau yang terletak di Samudra Pasifik itu. Terutama perkebunan tebu dan nanas. Pengusaha-pengusaha ini berniat mengontrol kerajaan. Pihak kerajaan yang merasa terancam tak tinggal diam.

Namun, pada 1887 Honolulu Rifles, kelompok milisi bersenjata yang dikendalikan oleh Liga Hawaii, memaksa Raja David Kalakaua menandatangani konstitusi baru. Liga ini didirikan sekelompok pengusaha dan pengacara. Sebagian besar anggota kelompok ini pemilik perkebunan tebu dan nanas raksasa di Hawaii.

Sementara salah satu ahli hukum di liga tersebut bernama Sanford Ballard Dole. Dole lahir di Hawaii, empat tahun setelah kedatangan orang tuanya di pulau itu sebagai kepala sekolah pada 1840. Dia mengambil studi hukum di AS dan mendirikan kantor pengacara saat kembali ke Hawaii.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3