Penambang Liar di TNGHS Lebak Cari Emas Pakai Merkuri

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 15:18 WIB
Foto: Lokasi penambangan emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). (Istimewa)
Lebak - Penambangan emas liar di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Lebak, Banten sudah berlangsung puluhan tahun. Para penambang liar menggunakan merkuri untuk mengais emas. Padahal bahan ini sudah dilarang oleh pemerintah.

Gurandil asal Banten, Pak Haji cerita, barang terlarang ini mudah dicari di Lebak. Barangnya tidak langka karena gurandil biasa membeli di toko emas. Pemilik toko sama-sama mafhum saat para gurandim membeli barang ini.

"Ngaranan (namanya) 'Kuik', bahasa kampung nyebutnya itu, ada di toko emas," kata Pak Haji yang meminta identitas lengkapnya tidak disampaikan kepada detikcom di Banten, Kamis (16/1/2020).


Barang ini biasa diperjualbelikan khususnya bagi para penambang emas. Berapapun dibutuhkan, barang ini selalu ada. Namun, belakangan, gurandil harus menyerahkan identitas jika ingin membeli merkuri.

"Kuari mah kudu pake (sekarang harus pakai) KTP, loba (banyak) di toko emas," ujarnya.

Ia mengatakan, sehari para gurandil bisa menggali ratusan karung batu yang memiliki kadar emas 2-5 gram. Bahan ini kemudian dibawa ke penampungan untuk diambil emasnya menggunakan merkuri. Pengolahan menggunakan alat buatan sendiri yang disebut 'galundung'

"Bikin galundungan sorangan (sendiri), alat pengolah emas namanya galundung," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2