Tentang Doa Khatam Al Qur'an

Tasya Awlia - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 05:30 WIB
Ilustrasu baca doa khatam al quran (Foto: iStock)
Jakarta -

Al Qur'an merupakan kitab suci umat muslim, dan menjadi pedoman bagi muslim di seluruh dunia. Membaca Al Qur'an memiliki sejumlah keutamaan. Tak sedikit orang yang berusaha mengkhatamkan Al Qur'an, lalu memba doa khatam Al Qur'an.



Namun sejumlah ulama menyebut tak menemukan dalil berupa hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkait doa khatam Quran. Dari para sahabat pun tak ada riwayat yang mengajarkan doa khatam Al Qur'an.

Dikutip dari Kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al Ghazali halaman 579, Hudzfah menceritakan, pernah suatu ketika dia sholat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Selesai sholat dan membaca Al Quran disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa yang kemudian disebut sebagai doa khatam Al Qur'an. Ada pun bacaannya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Lafaz-latin : Allhummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrofannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin.

Artinya : "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam."

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Manshur al-Muzhaffar ibn al-Husain al-Dhahak dalam al-Syama'il. Keduanya dari jalur Abu Dzar al-Harawi dari riwayat Dawud ibn Qais. Namun status hadisnya mu'dhal, yakni pada sanadnya ada dua rawi yang jatuh (terputus) secara berurutan. Sehingga hadits ini termasuk dengan sanad lemah.

Namun sejumlah ulama memperbolehkan doa ini sesekali dibaca setelah mengkhatamkan Al Qur'an. Namun tidak harus selalu dibaca setelah mengkhatamkan Al Qur'an.



(erd/erd)