3 Lubang Tambang Milik Bos Emas Ilegal di Bogor Ditutup Polisi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 13:51 WIB
Tambang emas ilegal yang ditutup (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)


Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan 3 lubang tambang emas liar yang ditutup adalah milik 2 tersangka, MAR (24) dan ATA (33), yang ditangkap Rabu (8/1). Joni pun menjelaskan masyarakat dilarang untuk melakukan kegiatan pertambangan liar, baik tambang emas, pasir, atau batu.

"Tentunya dengan kegiatan penegakan hukum dan sosialisasi tadi, memberikan informasi kepada masyarakat khususnya yang masih melakukan kegiatan tambang liar, supaya tidak lagi melakukan kegiatan tersebut," kata Joni, di lokasi, Rabu (15/1/2020).

3 Lubang Tambang Milik Bos Emas Ilegal di Bogor Ditutup PolisiKapolres Bogor AKBP Muhammad Joni (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)


"Apabila tetap melakukan, sudah diingatkan, kita akan melakukan tindakan tegas untuk proses penegakan hukum," lanjutnya.

Joni mengatakan penutupan lubang tambang ilegal akan terus dilakukan. Dia pun menyebut orang-orang yang melakukan penambangan liar akan dijerat UU Minerba, yakni Pasal 158 Jo Pasal 37 dan atau Pasal 161 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.




Diketahui, MAR dan ATA yang ditangkap di Desa Banyuresmi, Cigudeg, Rabu (8/1) lalu adalah seorang pengusaha tambang emas ilegal. Pelaku disebut Joni, memiliki lubang tambang dan tempat pengolahan emasnya sendiri.

Joni sebelumnya mengatakan, dari hasil usaha pelaku, mereka bisa menghasilkan 100-150 karung beban per harinya.

"Karena satu karung ini kalau isinya batu-batuan yang besar, itu bisa dibayar Rp 1-2 juta tergantung kualitas isi emasnya. Kalau misalnya setiap hari rata-rata mereka bisa bekerja sampai 100 karung, maka kurang lebih Rp 100-200 juta (keuntungan)," ungkap Joni, Senin (13/1).
(dhn/dhn)