Temui Ma'ruf, Ikatan Khatib DMI Bahas Komitmen Kebangsaan saat Khotbah

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 13:46 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bertemu dengan pengurus Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bertemu dengan pengurus Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (DMI) siang tadi. Ketua Umum Ikatan Khatib DMI Hamdan Rasyid mengatakan pertemuan ini membahas komitmen kebangsaan khatib saat berkhotbah.

"Tujuannya adalah meningkatkan kualitas para khatib agar menyampaikan khotbah lebih mencerahkan bagi masyarakat. Komitmen kita adalah komitmen keagamaan dan kebangsaan. Karena kita hidup di Indonesia, kita lahir di Indonesia, maaf, kita pun belajar, kita juga wafat di Indonesia, harus mencintai Indonesia. Itu prinsipnya," kata Hamdan Rasyid di kantor Wapres, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).


Dia mengaku membahas banyak hal dengan Ma'ruf. Salah satunya juga membicarakan mengenai pembentukan struktur Ikatan Khatib DMI di beberapa wilayah di Indonesia.

"Kami melaporkan telah melaksanakan rakernas dan kita sudah mempunyai kepengurusan Ikatan Khatib seluruh Indonesia, 3 provinsi. Ke depan kita akan membentuk di tingkat kabupaten/kota dan kemudian kecamatan," ucapnya.


Hamdan mengaku dipesankan Ma'ruf agar khotbah mampu meningkatkan kualitas masyarakat. Salah satunya yang menyangkut soal halal.

"Terutama dalam hal pertama eksistensi halal, bagaimana kita menjadi negara yang mampu memproduksi makanan halal, minuman halal, kosmetik halal, dan sebagainya," ungkapnya.


Dia menyebut Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia harus mampu memenuhi kebutuhan produk halal bagi masyarakat. "Karena kita sebagai konsumen muslim terbesar di dunia Indonesia harus mampu memproduksi makanan, minuman, dan kosmetik yang halal sehingga memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia bahkan juga mengekspor ke luar negeri," kata Hamdan.

Hamdan mengaku juga membahas topik keuangan syariah dengan Ma'ruf Amin. Menurutnya, keuangan syariah mampu digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kemudian juga masalah keuangan syariah, bagaimana kita bisa meningkatkan keuangan syariah ini sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Kemudian juga bagaimana bisa membentuk para saudara-saudara yang muslim," ungkapnya. (jef/gbr)