Viral Dashyatnya Petir Menyambar-nyambar di Taal Volcano, Apa Penyebabnya?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 19:05 WIB
Petir saat Gunung Taal, Filipina, meletus. (Getty Images/Ezra Acayan)

Beda teori soal petir gunung berapi

Misteri dari petir vulkanik ada pada penjelasan ilmiahnya. Para ilmuwan berbeda pendapat dalam menjelaskannya. Terlepasnya ion positif dengan ion negatif disebut sebagai ionisasi. Teori pertama, pada suhu 1.500 Kelvin saat erupsi, ion negatif akan terlepas dan ditangkap ion positif. Loncatan ini menimbulkan petir.

Teori kedua, petir vulkanik terjadi karena aerodynamic sorting, yakni pemisahan muatan negatif dan positif secara aerodinamis dari awan vulkanik. Saluran positif dan negatif tercipta, listrik pun mengalir di saluran tersebut, maka petir terjadi.



Teori ketiga, yang jatuh adalah partikel yang lebih besar, yakni partikel positif. Yang tinggal di atas justru partikel negatif karena berupa partikel lebih kecil.

Mana yang benar? Masih misterius. Washington Post pernah menerbitkan tulisan pada 2016 berjudul 'Ilmuwan berpikir mereka telah menyelesaikan misteri tentang terbentuknya petir vulkanik'.

Alexa Van Eaton dari US Geological Survey Cascades Volcano Observatory, Vancouver, berpendapat kristal es berperan besar memunculkan petir saat erupsi gunung berapi, bukan partikel debu gunung berapi yang berperan penting memunculkan petir. Ini menjelaskan soal petir yang terjadi di ketinggian erupsi gunung berapi karena petir mengikuti partikel es di atmosfer.



Namun Van Eaton juga memberi penjelasan sebaliknya, debu gunung berapi berperan penting menyebabkan petir vulkanik. Ini sekaligus menjelaskan kenapa petir juga terjadi di tempat yang rendah, tempat debu gunung berapi jatuh berguguran.

Vulkanolog dari Ludwig Maximilian University, Corrado Cimarelli, punya pendapat berbeda. Saat gunung berapi erupsi, partikel debu dan serpihan bergesekan satu sama lain menciptakan muatan listrik. Pelepasan listrik pasti terjadi saat erupsi, tak peduli apakah itu erupsi kecil atau besar.
Halaman

(dnu/imk)