Doa Ketika Badai, Dibaca Saat Ada Angin Kencang Seperti di Tol Cipali

Erwin Dariyanto, Puti Yasmin - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 13:41 WIB
Ilustrai, doa ketika Badai atau angin kencang. (Foto: iStock)
Jakarta -

Badai atau angin kencang merusak sejumlah fasilitas di KM 166 Tol Cipali pada Sabtu, 11 Januari pekan lalu. Disebutkan dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW pernah mengajarkan sebuah bacaan doa ketika badai atau angin kencang.

Aisyah radhiallahu 'anha seperti diriwayatkan dalam Hadits Bukhari menceritakan bahwa wajah Rasulullah yang terlihat ketakutan saat hujan lebat turun, lalu berubah ceria ketika hujan reda. Sang Ummul Mukminin itu pun bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, apabila terlihat awan mendung semua orang merasa gembira karena menandakan hujan akan turun, tetapi mengapa engkau justru terlihat ketakutan?"

Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Aisyah, bagaimana saya dapat meyakini bahwa angin kencang dan awan mendung itu bukan mendatangkan adzab dari Allah? Kaum `Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Ketika mereka melihat awan mendung, mereka gembira karena mengira akan segera turun hujan. Padahal bukan hujan, melainkan adzab Allah untuk membinasakan mereka."

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, doa ketika badai atau doa angin kencang yang pernah dibaca Rasulullah SAW adalah:

اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

Arab-Latin: Alloohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

Artinya: "Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya."

Selanjutnya, saat badai dan angin kencang disertai petir bisa dibaca doa Rasulullah seperti diriwayatkan Imam Malik berikut ini:

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Arab-latin : Subhaanalladzii yusabbihur ro'du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

Artinya: Mahasuci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbihlah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.



Apabila badai atau angin kencang seperti yang terjadi di Tol Cipali dilanjutkan dengan terjadinya petir dan hujan, Rasulullah seperti diriwayatkan dalam hadits Bukhari membaca doa berikut ini:

Arab : اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin : Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya : Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Dzikir atau doa ketika badai alias angin kencang bisa dibaca saat terjadi dua peristiwa tersebut.

(erd/nwy)