Yasonna Minta Pemda Segera Daftarkan Rempah Kekayaan Geografis ke Kemenkumham

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 12 Jan 2020 16:36 WIB
Menkum HAM Yasonna Laoly. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mendorong seluruh kepala daerah di Indonesia untuk melakukan menggalakan pendataan atau menginventarisir kekayaan alam di daerahnya. Yasonna mengatakan ketika kekayaan alam diinventarisir dan dilaporkan ke Kemenkumham, harga kekayaan alam tersebut akan meningkat tajam.

"Saya buat contoh ya, pala dan merica putih, yang dulu tidak terdaftar indikasi geografis, harganya sangat rendah, setelah terdaftar harganya bisa sepuluh kali meningkat," kata Yasonna di sela-sela Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).



Yasonna mengatakan sejumlah kekayaan alam Indonesia telah didaftarkan ke Kemenkumham. Namun khusus rempah-rempah, kata Yassona, juga perlu didaftarkan.

"Kopi kintamani, kopi bajawa, kopi gayo, ubi cilembu. Nah, ini kita lihat rempah-rempah daerah, ini perlu didaftarkan segera," ujarnya.

Dia juga sempat memberikan materi tentang inventarisir kekayaan alam Indonesia ini kepada kepala daerah kader PDIP. Menurut Yasonna, Indonesia sejak zaman dulu telah menjadi sasaran negara-negara Eropa untuk diambil kekayaan alamnya khususnya rempah-rempah karena memiliki nilai lebih tinggi dibanding emas.



Bagi Yasonna, rempah-rempah Indonesia tetap berharga di mata dunia internasional. Oleh sebab itu, para kepala daerah diharapkan kembali membudidayakan rempah-rempah.

"Sekarang, kekayaan rempah-rempah kita itu masih tetap berharga di dunia internasional. Kepala daerah wajib terus membudidayakan kekayaan kekayaan alam kita yang sudah mulai punah supaya kita kembali budidayakan. Di sini kami dorong daerah, terutama kader-kader PDI Perjuangan untuk melakukannya," imbuhnya.


Simak Video "Menkum HAM Tepis Isu Penyelundupan Revisi UU KPK"

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/idn)