ADVERTISEMENT

Tegang Iran Vs Amerika Serikat, Begini Sejarah Hubungan Dua Negara

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 15:51 WIB
Foto: Getty Images/AFP/Tegang Iran Vs Amerika Serikat, Begini Sejarah Hubungan Dua Negara
Jakarta - Dunia heboh dengan kemungkinan meletusnya World War 3 atau Perang Dunia 3 akibat memanasnya hubungan antara Iran Vs Amerika Serikat. Hubungan keduanya makin tegang setelah Amerika membunuh Qassem Soleimani seorang komandan elit Iran.

Soleimani adalah jenderal pasukan elit Quds Force dan arsitek di balik makin kuatnya pengaruh militer Iran di timur tengah. Dikutip dari Reuters, serangan Amerika dimaksudkan untuk meredam usaha yang berisiko membahayakan warganya di kawasan tersebut.

Amerika dan Iran kini tengah saling pamer kekuatan persenjataan yang segera direspon warga dunia. Reuters dan situs stasiun televisi WJLA 7 menyatakan, Amerika dan Iran memang tidak pernah adu senjata di dunia nyata. Namun tensi hubungan keduanya tidak pernah turun selama beberapa tahun.


Berikut sejarah panjang hubungan Iran dan Amerika Serikat di balik kemungkinan World War 3 atau perang dunia ketiga.

1953 - Amerika melalui CIA berada di balik kudeta yang mengakibatkan turunnya Perdana Menteri Mohammed Mossadegh dan kembalinya kekuatan Shah Mohammed Reza Pahlavi

1957 - Amerika dan Iran menandatangani perjanjian kerja sama penggunaan nuklir untuk kepentingan sipil

1959 - Shah Mohammed Reza Pahlavi membuka Pusat Penelitian Nuklir Tehran

1963 - Pemimpin religius Ayatollah Ruhollah Khomeini diasingkan ke Turki setelah menentang kepemimpinan Shah Mohammed Reza Pahlavi

1968 - Iran ikut dalam perjanjian Nuclear Non-Proliferation yang mengizinkan punya progam sipil, sebagai ganti atas komitmen negara tersebut tidak mengembangkan senjata nuklir

1977 - Presiden Amerika saat itu Jimmy Carter mengunjungi Iran dan menyebutnya negara yang stabil


1978 - Terjadi kekacauan di Iran

Januari 1979 - Shah Mohammed Reza Pahlavi keluar dari Iran menuju Mesir

Februari 1979 - Khomeini kembali ke Iran dan menjadi pemimpin religius tertinggi. Dia juga memimpin revolusi yang mengatur militer dan media

April 1979 - Iran resmi menjadi Republik Islam Iran

November 1979 - Khomeini kembali melancarkan serangan dengan pelajar menguasai Kedutaan Amerika di Iran. Karena aksi ini, Presiden Carter menjatuhkan sanksi pada Iran

1980 - Amerika memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menahan aset, ekspor, dan berbagai bentuk perdagangan dengan negara tersebut. Presiden Carter memerintahkan penyelamatan dan pelepasan tahanan Amerika di Iran namun gagal

1981 - Iran melepaskan 52 tahanan Amerika setelah turunnya Carter yang digantikan Presiden Ronald Reagan

1984 - Amerika memasukkan Iran dalam daftar negara yang mendukung terorisme

1985-1986 - Reagan membuka adanya perjanjian militer rahasia dengan Tehran, yang menodai ketentuan embargo senjata dengan negara tersebut. Hal ini dilakukan untuk membebaskan tahanan di Libanon pada perang Irak Vs Iran

1988 - Kapal perang Amerika Vincennes tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Iran yang terbang di wilayah Gulf. Insiden ini menewaskan 290 penumpang yang sedang dalam perjalanan

1989 - Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal yang digantikan Ayatollah Ali Kamenei. Saat itu Ali Akbar Hashemi Rafsanjani terpilih sebagai presiden


1992 - Iran-Irak Arms Nonproliferation Act disetujui kongres yang memberi sanksi jika ditemukan teknologi atau apa saja yang berpotensi pada pengembangan senjata

1993 - Presiden Amerika Bill Clinton menuduh Iran mendukung terorisme

1996 - Keputusan penjatuhan sanksi pada negara asing yang berinvestasi di Iran dan Libya

1997 - Mohammad Khatami memenangkan pemilihan Presiden Iran


2000 - Sekretaris Negara Amerika Madeleine Albright mengakui peran Amerika dalam kudeta tahun 1953

2002 - Presiden George W Bush mendeklarasikan Iran, Irak, dan Korea Utara sebagai axis of evil. Amerika juga menuduh Iran memiliki program senjata nuklir rahasia

2005 - Mahmoud Ahmadinejad terpilih sebagai Presiden Iran

2006 - Amerika setuju ikut dalam pembicaraan multilateral nuklir dengan Iran jika bertujuan menangguhkan program pengayaan nuklir negara tersebut

2008 - Bush untuk kali pertama mengirim utusan untuk peran langsung dalam negosiasi nuklir dengan Iran di Jenewa

2009 - Amerika, Inggris, dan Prancis mengumumkan penemuan lokasi pengayaan uranium rahasia di Iran. Presiden Amerika Barrack Obama mengatakan tak keberatan kerja sama dengan Iran jika negara tersebut setuju

2012 - Amerika memberi kuasa pada Obama untuk menjatuhkan sanksi pada bank asing jika gagal menurunkan impor minyak dari Iran. Jatuhnya angka penjualan minyak mengakibatkan ekonomi Iran memburuk. Amerika dan Iran mulai mengadakan pembicaraan rahasia yang makin intensif apda 2013 terkait isu nuklir

2013 - Hassan Rouhani terpilih sebagai presiden dengan tujuan memperbaiki ekonomi dan hubungan Iran dengan dunia luar

September 2013 - Setelah tiga dekade, Presiden Obama dan Rouhani akhirnya berkomunikasi lewat hubungan telepon

November 2013 - Iran bersama Amerika, Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia menandatangani Joint Plan of Action yang disebut juga Iran Nuclear Deal. Iran berharap pengurangan sanksi dengan ikut dalam perjanjian tersebut


2015 - Pengurangan sanksi atas Iran yang memperbaiki kondisi negara tersebut

2016 - Iran melepas 10 pelaut Amerika yang masuk dalam wilayah perairan negara tersebut. Amerika dan Iran menyetujui penukaran tahanan

2017 - Presiden Donald Trump mengatakan Iran bertanggung jawab atas ekstremis global

2018 - Trump menarik diri dari perjanjian nuklir pada Mei dan kembali menjatuhkan sanksi atas Iran


2019 - Amerika menuduh Islamic Revolutionary Guard sebagai organisasi teroris

31 Desember 2019 - Iran membantu serangan militer terhadap kedutaan Amerika di Irak

3 Januari 2020 - Serangan drone pada lewat tengah malam di Iran membunuh Qassem Soleimani

7 Januari 2020 - Iran meluncurkan serangan misil pada patugas pelayanan Amerika di Irak. Tidak ada laporan adanya korban atau kerugian

"Kami baru saja memberi tamparan pada Amerika tadi malam," kata pemimpin religius Iran tertinggi Sayyid Ali Hosseini terkait serangan tersebut.

Pernyataan tersebut dibalas Trump yang mengatakan, jika Iran menghargai hidupnya maka tidak seharusnya mengancam keselamatan warga Amerika. Apa pun akhir dari ketegangan ini, dunia berharap tidak ada World War 3 atau Perang Dunia 3 yang pastinya menimbulkan kerugian besar.



Simak juga video Soal Iran, Trump Salahkan Era Obama:

[Gambas:Video 20detik]

(row/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT