Jadi Guru Besar, Rektor IPB Arif Satria Orasi Ilmiah soal Tata Kelola SDA

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 14:47 WIB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria dikukuhkan menjadi guru besar ((Foto: Rahel/detikcom)


Arif mengatakan krisis lingkungan berasal dari krisis tata kelola sumber daya alam. Dalam penelitiannya, dia pun memberikan dua perspektif baru dalam menangani krisis tersebut.

"Oleh karena itu diperlukan perbaikan tata kelola dengan membuat perspektif baru yang disebut dengan modernisasi dan ekologi atau ecology modernization dan ekologi politik atau political ecology untuk menelaah, mengurai, memahami sumber masalahnya dan menawarkan resolusi," ucap Arif.

Dia menjelaskan modernisasi merupakan upaya adaptasi ulang masyarakat industri terhadap lingkungan hidupnya dengan menggunakan ilmu pengetahuan modern dan teknologi untuk daya dukung alam dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, modernisasi ekologi dapat dilakukan dengan tiga strategi untuk meningkatkan tata kelola sumber daya alam.

"Pertama, melakukan penghijauan (greening) nilai sosial dan korporat beserta praktiknya. Kedua, perbaikan kerangka regulasi dan pasar untuk pro-ekologis. Ketiga, ekologisasi produksi, yang berarti pengurangan limbah dan pencemaran melalui perbaikan teknologi ramah lingkungan," ujar Arif.



Dia pun mencontohkan masih adanya gerakan penghijauan yang unik di Indonesia, yaitu pemberian mahar dengan bibit pohon. "Tapi ada praktek menarik ini pernikahan yang green karena di kabupaten Indonesia ada pernikahan yang mewajibkan pemberian mahar berupa bibit pohon yang harus tanam," ujar Arif.

Selain itu, Arif juga menjelaskan tentang konsep ekologi politik. Menurutnya krisis lingkungan tidak dapat dilepaskan dari konteks politik dan ekonomi.

"Persoalan lingkungan tidak terpisah dari konteks politik dan ekonomi (politicized environment), melibatkan aktor-aktor berkepentingan baik pada tingkat lokal, regional, maupun global," kata Arif.