IKOHI Ajak Jokowi Nonton Film 'Nyanyian Akar Rumput'

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 17:23 WIB
IKOHI mengajak Jokowi menonton film 'Nyanyian Akar Rumput' (Rahel/detikcom)


Sementara itu, Ketua Umum IKOHI Wanmayetti mengatakan film ini merupakan sebuah gerakan melawan lupa tentang kejadian terhadap keluarga Wiji Thukul. Dia mengatakan harapan keluarga hanya ingin pemerintah memberikan kepastian tentang keberadaan Wiji Thukul.

"Harapan korban sebetulnya tidak neko-neko sih, seperti Wiji Thukul dengan keluarganya berharap adanya kejelasan, adanya kepastian di mana (dia) berada, hidup dan matinya. Karana mereka juga punya keluarga. Mereka (korban) punya keluarga yang menanti," ujar Wanmayetti.

Ia juga menaruh harapan yang lebih terhadap Jokowi dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Menurut Wanmayetti, Jokowi harus lebih berani dalam menuntaskan kasus Wiji Thukul.



"Apalagi presiden kita ini adalah orang sipil, sama seperti kita. Pasti punya hati nurani yang lebih tajam, lebih ingat janji-janjinya. Itu yang kita harapkan dari Bapak Presiden periode kedua ini, harus tegas dan berani mencari keberadaan keluarga korban Wiji Thukul dan kawan-kawannya di mana kepastian dan kejelasannya," tutur Wamayetti.

Selain itu, mantan aktivis 98, Raharja Walyuo Jati, mengatakan pemerintah saat ini menanggung beban dari pemerintah sebelumnya. Menurut Jati, siapa pun pemerintahnya memiliki tanggung jawab atas penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

"Karena pemerintah dari waktu ke waktu di Indonesia ini terbentuk secara legal, secara konstitusional. Dia kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Meskipun Jokowi tidak punya kewenangan otoritatif pada tahun 1998, dia sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, bertanggung jawab. Ini adalah tanggung jawab pemerintah. Siapa pun itu yang memerintah punya kewajiban, obligasi untuk menyelesaikan hal tersebut," ucap Jati.
(rvk/rvk)