Ratas Kasus Kekerasan Anak, Jokowi Minta Pedofil Diberi Efek Jera

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 14:30 WIB
Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas atau ratas dengan para menteri dan kepala lembaga. Ratas tersebut membahas penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

Ratas digelar di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Hadir dalam ratas Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud Md, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, hingga Kapolri Jenderal Idham Azis.

Jokowi mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak selama 2015-2016 meningkat secara signifikan. Kasus kekerasan itu baik secara seksual, fisik, emosional, maupun penelantaran yang selama ini dilaporkan oleh sistem pelaporan Simfoni PPA.


"Kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan pada 2015 tercatat 1.975, dan meningkat menjadi 6.820 pada 2016. Belajar dari data itu, saya yakin fenomena kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es yang selama ini tidak pernah terlaporkan dan hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan," kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi meminta jajarannya memprioritaskan sejumlah hal untuk menangani kasus kekerasan terhadap anak. Pertama, memprioritaskan aksi pencegahan kekerasan terhadap anak yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

"Aksi pencegahan dilakukan dengan berbagai model kampanye, model-model sosialisasi dan edukasi publik yang bukan hanya menarik, tapi juga memunculkan kepedulian sosial pada persoalan kekerasan pada anak. Dari beberapa jenis kekerasan yang dilaporkan, ternyata kekerasan seksual menempati posisi teratas diikuti kekerasan psikis maupun kekerasan fisik," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2