Menag Bicara 'Salah Teriak Antiaseng', FPI: Umat Kritik Pejabat Tunduk Layu

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 08:52 WIB
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Sekretaris Umum FPI Munarman merespons pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi terkait pernyataan Fachrul yang mengatakan salah jika ada umat Islam teriak antiaseng. Apa penjelasannya?

"Perlu dipahami, umat Islam itu melihat China Komunis itu sedang menjalankan politik ekspansionis, bukan sekedar hubungan bilateral yang sejajar," kata Munarman kepada wartawan, Rabu (8/1/2020) malam.

Munarman mengatakan hubungan antarnegara dengan China dan Amerika Serikat (AS) Indonesia selalu ditempatkan pada posisi sebagai klien. Menurutnya, karena itulah Munarman dan Front Pembela Islam (FPI) kerap mengkritik atau melontarkan kalimat 'antiaseng'.

"Dalam skema hubungan Indonesia dengan bangsa lain, selalu terutama komunis China dan kapitalis Amerika, Indonesia itu selalu dalam posisi klien subordinat dari negara-negara tersebut. Jadi, dalam konteks seperti itulah maka teriakan anti aseng dan asing itu disuarakan." jelasnya.



Alasan lainnya adalah karena negara itu tidak menghargai rakyat Indonesia. Karena itu juga dia mengkritik pemerintah yang dirasa tidak berpihak ke rakyat.

"Umat Islam itu mengkritik mentalitas penyelenggara negara yang tunduk lumpuh layu, ketika berhadapan dengan negara lain yang menyuapi dengan uang, namun ganas, kejam dan brutal ketika mengurus rakyat sendiri. Itu persoalan mendasarnya," katanya.


Simak Video "FPI Bandingkan Sosok Pemimpin dengan Uha Manusia Gorong-gorong"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2