Laporan dari Tokyo

Terima Gelar Dr HC Ke-9 Bidang Kemanusiaan, Megawati Kenang Dibentuknya BMKG

Indra Komara - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 11:49 WIB
(Foto: Indra/detikcom)
Tokyo - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan (honoris causa) Ke-9 untuk bidang kemanusiaan dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang. Megawati lantas mengenang dibentuknya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Upacara penganugerahan digelar di Gedung Utama Universitas Soka, Rabu (8/1/2020). Megawati duduk di jajaran depan bersama Rektor Universitas Soka, Yoshihisa Baba. Megawati mengenakan toga hitam dengan kebaya marun terusan batik.


 Megawati Terima Gelar Dr HC Ke-9 Bidang Kemanusiaan, Megawati Terima Gelar Dr HC Ke-9 Bidang Kemanusiaan (Foto: Indra/detikcom)


Pemberian gelar Dr HC dimulai dengan pembacaan Soka Friendship Award atau Penghargaan Persahabatan Soka. Kemudian dua mahasiswi maju ke depan menyerahkan Soka Friendship Award.

Pemberian gelar dimulai dengan pidato Yoshihisa yang mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya terhadap Megawati.

"Kami merasa terhormat dan gembira karena dapat menganugerahkan doktor honoris causa kepada Ibu Megawati. Gelar ini direkomendasikan langsung oleh Presiden Soka Daisaku Ikeda," ujar Yoshihisa.


 Megawati Terima Gelar Dr HC Ke-9 Bidang Kemanusiaan Megawati Terima Gelar Dr HC Ke-9 Bidang Kemanusiaan (Foto: Indra/detikcom)



Yoshihisa kemudian menyanjung Megawati yang merupakan Presiden wanita pertama di RI.

"Di Indonesia banyak politisi laki-laki dibanding perempuan. Jabatan presiden didominasi laki-laki tetapi beliau berani dan menjadi wanita pertama yang menjadi presiden," ucap Yoshihisa.

Usai upacara penghargaan, Megawati berkesempatan foto bersama dengan putranya Muhammad Prananda Prabowo beserta keluarga. Secara bergantian Megawati melakukan sesi foto, termasuk dengan eks Menteri Pertanian Bungaran Saragih, eks Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, eks Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Intelijen Negara (BG) Budi Gunawan, serta eks Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta.

Yoshihisa usai upacara penganugerahan menjelaskan alasan gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan diberikan untuk Megawati. Dia mengatakan, putri Proklamator RI, Bung Karno ini memiliki kapasitas di bidang kemanusiaan. Terlebih, Megawati juga sebagai Presiden Ke-5 Indonesia.

"Kami sudah dengar bahwa Ibu Megawati sudah aktif untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan selama bertahun-tahun dan penghargaan yang kami sudah berikan kepada Ibu Megawati untuk menghormati kagiatan-kegiatan atau perjuangan yang sudah Ibu Megawati lakukan selama ini. Maka itu kami berikan penghargaan honoris causa," ucap Yoshihisa melalui penerjemahnya.



Yoshihisa menambahkan, Megawati juga dinilai memiliki kesamaan dengan pendiri Universitas Soka yang mengedepankan kemanusiaan.

"Dan keyakinan yang dimiliki Ibu Megawati persis sama dengan keyakinan yang dimiliki pendiri Universitas Soka yaitu kemanusiaan, berdasarkan filosofi kemanusiaan sudah aktif di berbagai bidang, maka itu kami ingin menganugerahkan honoris causa kepada ibu Megawati," tutur dia.

Sementara itu, Megawati sendiri tak menyangka mendapat gelar doktor kehormatan ke-9 dari Universitas Soka. Dewan Pengarah BPIP ini pun mengenang masa-masa dibentuknya BMKG.

"Tentunya saya ucapkan banyak terima kasih pada Universitas Soka karena seperti tadi juga di sini saya sampaikan tidak menyangka akan mendapatkan dokter honoris causa dari Universitas Soka ini. Dan tentunya dengan penghargaan yang telah diberikan, dan ketika saya akan mendapatkan honoris causa saya selalu menanyakan dalam artian untuk hal apa saya dapatkan doktor honoris causa itu," ucapnya.

"Dan kalau dari Universitas Soka adalah masalah kemanusiaan dan menurut beliau banyak saya membantu hal-hal tersebut karena mungkin juga mendengar apa yang saya lakukan di Indonesia, seperti antara lain membentuk badan yang sangat berguna yang puluhan tahun tidak ada yaitu BMKG," imbuh Megawati.

Menurut dia BMKG punya peran penting untuk kemanusiaan. Khususnya untuk prakiraan cuaca dan peringatan dini kegempaan maupun tsunami.

"Ketika saya jadi presiden terbentuk hal itu karena banyak sekali membantu masalah-masalah kemanusiaan," paparnya. (idn/knv)