Muhadjir: Pengungsi Banjir Diberi Rp 500 Ribu/KK hingga Rumahnya Layak Huni

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 14:07 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Puluhan ribu warga di Jabodetabek yang terdampak banjir masih berada di pengungsian. Namun para pengungsi itu diminta untuk kembali ke kediamannya masing-masing apabila lingkungannya sudah normal lagi.

"Diupayakan tempat pengungsiannya tidak lama-lama ditempati. Mereka harus segera kembali," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Hal itu disampaikan Muhadjir usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait penanganan banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah Jabodetabek. Lantas, Muhadjir menyampaikan adanya pencairan uang bagi para pengungsi korban banjir.

"Kalau rumahnya belum layak ditempati, supaya dia tinggal di familinya. BNPB akan memberikan dana tunggu sampai rumahnya bisa dihuni, itu per bulan Rp 500 ribu per KK," imbuh Muhadjir.

Namun Muhadjir tidak merinci bagaimana mekanisme pencairan bantuan tersebut beserta prasyaratnya. Selain itu, Muhadjir tidak menjelaskan mengenai kondisi rumah yang seperti apa yang membuat para pengungsi itu akan mendapatkan bantuan tersebut.




Terlepas dari itu Muhadjir menyampaikan penanganan bencana banjir ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah pusat, disebut Muhadjir, hanya memberikan bantuan tambahan. Masing-masing kementerian/lembaga, lanjut Muhadjir, telah mengalirkan bantuan.

"Secara akumulasi belum kita hitung tapi masing-masing kementerian/lembaga memang telah memberikan bantuan baik yang sifatnya finansial maupun yang koordinasi di dalamnya. Kita belum punya hitungan tapi saya kira bisa di atas Rp 7,9 miliar dari Kemensos (Kementerian Sosial)," kata Muhadjir.

Sebelumnya Muhadjir turut menyampaikan data mengenai banjir di Jabodetabek. Merujuk pada data BNPB, bencana banjir dan longsor di Jabodetabek berdampak pada 293 kelurahan dan 74 kecamatan serta menyebabkan 67 orang meninggal dunia serta 35.502 orang mengungsi. (dhn/fjp)