Cerita Sukses Dua Sejoli Geluti Bisnis Bakso dari Empal Sapi

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 12:07 WIB
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Pada umumnya, masyarakat mengenal bakso memakai bahan dasar daging sapi, namun apa jadinya bila bakso dibuat dengan menggunakan empal sapi sebagai bahan dasarnya? Itulah inovasi yang dilakukan oleh pasangan suami istri Fuady Achmad Santosa dan Indah Rahmawati Rahman.

Bisnis Bakso Empal Sapi telah dirintis sejak 2007 oleh orangtua mereka yang bermula dari sebuah warung kecil. Permintaan bakso tidak hanya datang dari pelanggan perorangan, tetapi juga dari pelanggan perusahaan seperti pebisnis katering, hotel, hingga penjual warung bakso lainnya.

"Karena banyaknya permintaan ini, akhirnya kami buatkan bakso yang beku (frozen food) sebagai produk yang siap untuk dijual," tutur Fuady dikutip dari website resmi Grab, Selasa (7/1/2020).

Pada awalnya, keluarga Fuady telah terlebih dulu menjual tempura, nugget, dan sosis dalam kemasan beku. Dalam perjalanannya, melihat persaingan bisnis yang semakin banyak, Fuady menciptakan ide penganan bakso dalam kemasan beku.


"Awalnya untuk konsumsi keluarga sendiri aja. Lah kok enak, akhirnya kami coba untuk dijual ke pelanggan. Dan responsnya bagus, permintaan dari pelanggan banyak, termasuk para pebisnis katering yang memesan produk bakso kami," ungkap Fuady.

Demi memenuhi permintaan pasar, Fuady dan istri mulai mengembangkan produk bakso dengan banyak pilihan, mulai dari bakso kecil, bakso besar, bakso spesial, bakso beranak, bakso keju, dan bakso jamur.

"Pokoknya mengikuti tren bakso saat ini. Sesuai permintaan pasar. Tapi yang produk basic tetap ada, itu tadi kan pengembangannya," jelasnya.

Bertambahnya varian tersebut ternyata juga berbanding lurus dengan permintaan pelanggan yang naik secara signifikan. Permintaan tersebut juga datang dari wilayah sekitar Surabaya, Sidoarjo hingga luar kota. Dari semua menu, bakso besar kecil spesial dan bakso urat menjadi menu paling favorit. Fuady mengaku semakin banyaknya pesanan dirinya tidak bisa mengirim sendiri lagi ke para pelanggannya. Oleh karena itu ia memutuskan untuk bekerja sama dalam urusan pengiriman barang.

"Ternyata ada layanan kurir dari Grab namanya GrabExpress, yang cepat, mudah digunakan dan aman. Akhirnya kami pakai itu," tuturnya.

Bakso Empal Sapi dalam satu harinya dapat mengirimkan pesanan sebanyak 40 kali. Itu terjadi pada momen-momen tertentu seperti peak season. Untuk hari biasa, pengiriman dari Bakso Empal Sapi juga tidak kalah banyaknya, dengan per harinya bisa mengirimkan rata-rata 15 kali pengiriman.

"Untungnya GrabExpress punya fitur multi destinasi, yang bisa mengirimkan hingga 5 alamat berbeda dalam satu pesanan. Jadi saya tidak usah pesan 5 kurir yang berbeda, cukup 1 kurir saja," ucapnya.


Menurutnya, banyak juga pelanggan yang sudah mengetahui tempatnya berjualan. Tetapi untuk mereka yang tidak bisa datang langsung, pihaknya siap mengantarkan pesanan tersebut dengan GrabExpress.

"Sebelum bergabung dengan GrabExpress kami sangat kerepotan, capek di jalan. Tetapi kini semua sudah serba praktis. Fitur pelacakan langsung lokasi kurir, juga membantu saya dan pelanggan untuk tahu lokasi kurir. Jadi semuanya jelas dan bisa diukur," katanya.

Selain itu, GrabExpress juga menyediakan fitur GrabExpress Nalangin. Sehingga mitra pengemudi dapat membayarkan barang terlebih dahulu kepada Fuady dan istri yang nantinya pelanggan tinggal mengganti uang tersebut kepada mitra pengemudi saat barang diterima.

Kini, Bakso Empal Sapi telah genap satu tahun menjadi mitra GrabExpress. Perubahan yang terjadi pun begitu pesat. Hal ini membuat Fuady dan Indah rela meninggalkan pekerjaan sebelumnya untuk fokus mengembangkan bisnis ini. Apalagi di era digital seperti saat ini, ada media sosial yang sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis, mulai dari Instagram, Facebook, WhatsApp, bahkan review tempat dari Google Maps.

"Bisa dikatakan, justru marketing saat ini sangat bergantung ke teknologi. Sekalian kalau bisnis ini bisa dilakukan di rumah sambil mengurus anak," tandas Fuady. (prf/ega)