Laporan dari Tokyo

Cerita Tentang Megawati Selamat dari Ledakan Cikini yang Bidik Bung Karno

Indra Komara - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 11:10 WIB
Foto: Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Andika/detikcom)

Amendi yang sempat menjabat anggota Tim Dokter Kepresidenan era Megawati itu lalu menceritakan momen Megawati yang selamat dari lemparan granat di HUT Percik pada 63 tahun lalu tersebut. Saat itu, kata Amendi, Megawati dievakuasi ke kolong meja.

"Masih SD kelas 5 kurang lebih. Bu Mega dulu waktu granat didorong sama pengawalnya ngumpet di bawah meja sekolah, di belakang lemari jadi tiap kelas ada lemari terus didorong mejanya di belakang lemari suruh ngumpet di bawah," paparnya.

Pembangunan Gedung Memorabilia Ledakan Cikini

Yayasan Perguruan Cikini saat ini sedang menjalankan proyek untuk merelokasi sekolah yang ada kawasan Menteng, Jakarta Pusat itu. Gedung sekolah Percik di Cikini akan diubah menjadi gedung memoriabilia peristiwa ledakan granat.

Sementara sekolahnya dipindah ke gedung yang berada di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ketua Dewan Pembina Yayasan Percik Megawati Soekarnoputri ingin gedung lama sekolah Percik menjadi titik sejarah.

"Harus ada satu ruang khusus untuk semacam memorabilia Peristiwa Cikini," tutur Amendi menyampaikan pesan Megawati.


Dalam proyek pembangunan ini, Yayasan Percik akan bekerja sama dengan KAMARQ. Nantinya gedung yang lama akan dirobohkan menjadi co-working space dan gedung memorabilia.

"Jadi nanti di bekas Sekolah Percik akan dibangun semacam co-working space serta fasilitas lain yang ramah lingkungan. Masa waktu kerja samanya tiga puluh tahun," ucap Amendi.

Founder/CEO KAMARQ, Naoki Wada menambahkan, pembangunan gedung Percik akan berbasis internet of thing (Iot). Dia mengaku senang bisa terlibat dalam proyek pembangunan sekolah Percik.

"Saya pindah ke Indonesia pada 2008. Saya orang Jepang, tetapi saya mau berterima kasih pada Indonesia," ucapnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3