Sidang Wawan, Eks Kadinkes Banten Ngaku Diminta Teken Surat Tanda Loyal

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 14:40 WIB
Foto: Eks Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Djaja Buddy Suhardja menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor. (Faiq-detikcom)
Jakarta - Eks Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Djadja Buddy Suhardja mengaku diminta untuk menandatangani surat pernyataan loyalitas Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang merupakan adik eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam surat itu berisi Djaja Buddy harus tunduk dan taat kepada Wawan.

"Iya, saya menandatangani waktu itu. Saya lupa isinya, tapi garis besarnya tunduk dan taat aja. Harus loyal gitu," kata Djaja Buddy saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta, Senin (6/1/2020).



Jaksa kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Djaja mengenai isi surat pernyataan harus loyal ke Wawan. Berikut keterangan BAP Djaja yang dibacakan jaksa:

Pada saat pertemuan tersebut Wawan berkata kepada saya, Pak Djaja siap menjadi kepala Dinas Provinsi Banten? Kemudian saya jawab, iya pak, Wawan memberikan kata-kata lagi kalau siap harus menandatangani komitmen ini, sama menyerahkan selembar kertas yang diserahkan oleh saudara Edwin, ajudan Ratu Atut kepada saya. Seingat saya ada 4 atau 5 poin yang intinya saya harus patuh kepada setiap arahan Wawan, apabila saya tidak patuh saya harus siap diberhentikan.

Sebelum menjadi kepala dinas, saya diminta Tubagus Chaeri Wardana agar:

a. Harus taat dan patuh terhadap arahan arahan TB Chaeri Wardana alias Wawan terkait proyek proyek di lingkup Dinas Kesehatan Banten

b. Siap menjadi kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dengan syarat jika ada terkait proyek harus dikonsiltasikan dengan TB Chaeri Wardana dan tidak boleh mengambil keputusan sendiri

c. Tidak boleh main proyek yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Banten

d. Bilamana tidak patuh dan taat kepada arahan saudara TB Chaeri Wardana siap diberhentikan kapan saja.

"Benar, garis besarnya seperti itu. Setelah saya dengan pak Wawan ngobrol di lobi, saya disuruh ke atas ketemu Pak Edwin Rahman disuruh tandatang. Kalau yang tandatang SK saya ibu Atut," jelas dia.


Tonton juga Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Wawan :