Kok Bisa Buruh Jadi Pemilik Lamborghini 'Koboi'? BPRD DKI Bicara

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 01 Jan 2020 13:09 WIB
Foto Lamborghini (Faisal Javier/detikcom)
Jakarta - Abdul Malik yang menodongkan pistol ke dua remaja di Kemang kini dikenal sebagai 'koboi' Lamborghini. Ternyata, kepemilikan Lamborghini itu tercatat atas nama Abdul Rochim yang merupakan buruh di Cipulir Jakarta Selatan. Kok bisa begitu?

Kepala Humas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Mulyo Sasongko, menjelaskan secara umum. Dia mempersilakan bila orang yang dicatut namanya sebagai pemilik supercar itu keberatan, maka orang yang dicatut namanya bisa lapor ke polisi. Apakah nama kepemilikan mobil mewah ini untuk menghindari pajak progresif?



"Kita belum tahu motifnya apa. Memang ada 340 mobil mewah yang namanya tidak sesuai pemilik yang sebenarnya. Apakah itu karena pajak progresif atau karena yang lainnya, kita nggak bisa masuk ke sana. Perlu penelitian lebih lanjut," kata Mulyo kepada wartawan, Rabu (1/1/2020).

Bagaimana bisa seorang buruh menjadi pemilik Lamborghini, itu perlu penelitian lebih lanjut. Secara umum, Mulyo mengatakan, sejak September 2019 sudah ada 340 mobil mewah yang nama kepemilikannya tidak sesuai dengan pemilik yang sebenarnya. Namun sebagian besar pemilik mobil mewah sebenarnya taat pajak. Jumlah mobil mewah di DKI ada 18 ribu, yang menunggak ada 1.500, dan sekarang yang menunggak tinggal 6.000 karena setelah BPRD DKI mengadakan operasi maka para penunggak pajak kemudian membayar kewajibannya.



Memangnya siapa yang memungkinkan menghindari pajak progresif dengan cara membedakan nama pemilik mobil?

"Kalau dia atas nama perorangan, mungkin ada kemungkinan (penghindaran pajak) progresif. Tapi kalau atas nama perusahaan, nggak ada (pajak) progresifnya. Progresif kan berlaku untuk perorangan," kata Mulyo.
Selanjutnya
Halaman
1 2