Kasus Menonjol di Bekasi selama 2019: Hoax Pilpres hingga Ganja 200 Kg

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 20:01 WIB
Polisi merilis kasus menonjol selama 2019. (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Polres Metro Bekasi mengungkap sejumlah kasus menonjol sepanjang 2019. Satu di antaranya berkenaan dengan penyebaran berita bohong atau hoax soal Pilpres 2019.

"Ada tiga kasus hoax yang kita proses," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma di kantornya Jalan Ki Hadjar Dewantoro, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (31/12/2019).

Candra menyebut hoax itu berkenaan dengan ujaran kebencian kepada salah satu pasangan. Ia tak merinci terkait jumlah pelaku yang ditangkap.

"Memang 2019 itu tahun yang memang dinamika (politik) cukup tinggi," sebut Candra.

Selain itu, kasus menonjol lainnya mengenai ungkap kasus narkotika. Polisi berhasil mengamankan bandar narkoba dengan barang bukti ganja sebanyak 200 kg.




"Untuk kasus ungkap ganja 200 kg ini kita pengembangan dari wilayah Setu yang kita tangkap di daerah Depok, Jawa Barat," kata candra.

"Selama 2019, polisi berhasil mengamankan ganja 216 kg senilai Rp 2,45 miliar, sabu 1,6 kg senilai Rp 3,1 miliar, ekstasi 98 butir senilai Rp 58 juta, Tramadol 1.134 butir senilai Rp 1,3 juta, dan Excimer 658 butir senilai Rp 2,2 juta," sambungnya.

Jika dijumlahkan, barang bukti narkotika yang diamankan senilai miliaran rupiah. "Kita bisa menyelamatkan 908.755 jiwa dan jika dirupiahkan senilai Rp 5.976.259.000," tuturnya.

Terdapat 163 kasus narkotika yang berhasil ditangani polisi selama 2019. Angka ini jauh lebih rendah dibanding pada 2018, yakni 208 kasus. Jika dipersentasekan, kasus narkotika menurun 24,36 %.

Kasus Menonjol di Bekasi selama 2019: Hoax Pilpres hingga Ganja 200 KgPolisi memamerkan sejumlah tersangka yang ditangkap pada 2019. (Isal Mawardi/detikcom)





Simak Video "Page 365 of 365, Ungkapan Netizen untuk 2019"

[Gambas:Video 20detik]


(isa/mea)