Ada 1.695 Kasus, Tindak Pidana di Wilayah Jakut Alami Penurunan

Eva Safitri - detikNews
Senin, 30 Des 2019 19:24 WIB
Polres Jakut memaparkan rilis akhir tahun. (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Polisi menyebut total tindak kejahatan di wilayah Jakarta Utara sebanyak 1.695 kasus yang terjadi sepanjang 2019. Secara keseluruhan, jumlah kejahatan itu penurunan dibanding pada 2018.

"Kalau kita lihat secara umum pada tahun 2018 crime total sebanyak 1.735 kasus, sedangkan 2019 terjadi penurunan crime total menjadi 1.695 atau turun sekitar 7 persen," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat jumpa pers akhir tahun 2019 di Mapolres Jakarta Utara, Senin (30/12/2019).

Penyelesaian kasus tahun ini, jelas Budhi, juga mengalami kenaikan. Total ada 1.630 kasus yang diselesaikan ke pengadilan.


"Kemudian penyelesaian perkara, atau crime clearance, kita lihat bahwa penyelesaian perkara 2018 itu ada 1.493 atau pada saat itu 86 persen. Sedangkan crime clearance 2019 itu mencapai 1.630 atau mencapai 96 persen," katanya.

Budhi mengatakan kejahatan jalanan masih mendominasi tahun ini. Ke depan, pihaknya akan memperketat patroli di wilayah sekitar Jakarta Utara.

"Kejahatan konvensional atau street crime masih mendominasi, seperti pencurian dengan pemberatan, atau curat itu memang masih cukup tinggi di Jakut, walaupun sudah ada penurunan tapi kami menilai ini masih cukup tinggi," katanya.


"Ini menjadi PR kami juga di tahun 2020 untuk bisa kita lakukan upaya untuk menekan angka ini menjadi turun lagi. Tentunya upaya-upaya yang kita lakukan tadi kita memberdayakan, mengoptimalkan anggota di lapangan, terkait dengan patroli maupun kegiatan lainnya," lanjut Budhi.

Sementara angka kejahatan narkoba, jelas Budhi, juga mengalami penurunan. Sebaran kasus paling tinggi ada di wilayah Penjaringan, Tanjung Priok, dan Pademangan.

"Untuk kejahatan narkoba, terjadi penurunan dari 374 menjadi 328, sedangkan penyelesaian perkara terjadi penaikan dari 353 kasus di tahun 2018 menjadi 366 kasus yg diselesaikan di tahun 2019. Sebaran pelanggaran penyalahgunaan narkoba itu paling tinggi terjadi di wilayah Penjaringan, Tanjung Priok, dan Pademangan sedangkan paling kecil ada di Cilincing," tuturnya.
Halaman

(eva/mei)