Di Rembuk Nasional, Menaker Sebut Ada 46 Juta Pekerjaan Baru

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 30 Des 2019 12:55 WIB
Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Rembuk Nasional Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Pondok Pesantren Al Fadlu 2 Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Sebanyak 1.113 BLK dari berbagai daerah hadir mengikuti kegiatan ini.

"Ini merupakan momentum untuk merumuskan tindak lanjut terkait pengembangan BLK komunitas ke depan sehingga manfaatnya banyak di rasakan oleh masyarakat," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Kendal, Jawa Tengah Senin, (30/12/2019).

Ida mengatakan menghadapi era revolusi industri 4.0 ini akan terdapat 23 juta jenis pekerjaan yang terdampak otomatisasi. Di lain sisi juga akan ada 27 sampai 46 juta jenis pekerjaan baru yang berpeluang tercipta hingga tahun 2030.

"Di mana 10 juta jenis pekerjaan baru tersebut di antaranya tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kita, karena itu kami akan terus memproyeksikan 6 sampai 29 juta orang Indonesia harus mengikuti pelatihan lagi untuk upgrade kompetensi," terangnya.

Ida menuturkan dalam menghadapi transisi untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang berdaya saing tinggi. Investasi dan program pelatihan yang memudahkan pekerja, menjadi salah satu caranya. Selain itu ada juga kolaborasi bersama industri.

"Pertama adalah investasi yang berkelanjutan, pemagangan model pelatihan baru untuk pekerja. Kedua program-program yang memudahkan transisi pekerja dari pemagangan seperti reskilling maupun upskiliing. Kemudian ketiga, dukungan dalam hal pendapatan dari program jaminan sosial yang lebih inovatif. Serta terakhir pentingnya kolaborasi antara pabrik dan swasta," jelasnya.

Sebagai informasi sejak 2017, BLK komunitas hadir mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat khususnya di sekitar pesantren sekaligus membekali keterampilan bagi lulusan yang akan memasuki dunia kerja. Kini di 2019 tercatat sudah ada 1.113 BLK komunitas. Tepat pada hari ini BLK komunitas ini akan diresmikan langsung Presiden Joko Widodo.

"Harapan kita dengan hadirnya BLK komunitas di lembaga keagamaan, maka santri atau siswa dari lembaga keaagamaan tersebut serta masyarakat sekitarnya memiliki akses mendapatkan pelatihan keterampilan lebih baik," pungkas Ida.



(mul/mpr)