Round-Up

Ekstasi Bikin Penabrak 7 Pesepeda Terancam Masuk Jeruji

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 08:48 WIB
Foto: Ilustrasi Jalur sepeda di MH Thamrin Jakarta Pusat (Rolando-detikcom)





Polisi menjeratnya dengan Pasal 311 ayat (4) juncto Pasal 310 ayat (3) Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Adapun, bunyi Pasal 310 ayat (3) adalah:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah)."

Bunyi Pasal 311 ayat (4) adalah:

"Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah)."



Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyebutkan, total ada 7 korban dalam kejadian itu. Dua di antaranya mengalami luka cukup parah.

"Kondisi dua orang korban pesepeda mengalami luka berat (bahu kiri patah dan kaki kiri patah), sehingga harus menjalani rawat inap," katanya.

Polisi telah melakukan tes urine terhadap pengemudi. Dari hasil tes urine, diketahui bahwa Toto positif mengonsumsi ekstasi.

"Hasil cek urine tersangka positif mengonsumsi amphetamine. Menurut pengakuan tersangka, mengonsumsi ekstasi," kata AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019).

Polisi saat ini masih menyelidiki kecelakaan itu. Mobil Toyota Avanza bernopol B-1624-BYW yang dikendarai Toto diamankan polisi. Kondisinya rusak di bagian kap mesin.



Halaman

(mei/mei)