Gubsu Edy Rahmayadi: Virus Kolera Babi Musibah Nasional

Ahmad Arfah - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 17:46 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (Ahmad Arfah/detikcom)
Jakarta - Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan 34 ribu ekor babi mati karena virus hog cholera atau virus kolera babi hingga kini. Pihaknya masih terus memberikan vaksin kepada kandang-kandang babi.

"Kita buat pos-pos di desa, di kecamatan, agar babi-babi dari dalam tidak keluar. Babi yang dari luar tidak juga masuk ke dalam. Sambil kita berikan vaksin, mudah-mudahan ini menyelesaikan masalah," jelas Edy kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019).


Jika tidak bisa dengan cara melokalisasi, kata Edy, pihaknya akan mengambil langkah pemusnahan babi. Sebab, virus hog cholera sudah menjadi musibah nasional.

"Tapi hal ini kalau juga tidak, terpaksalah kita ambil tindakan karena ini sudah diberlakukan, adalah musibah nasional, berarti bisa kita musnahkan," jelasnya.


Jika babi dimusnahkan, Edy menuturkan, akan dilakukan ganti rugi kepada peternak babi. Edy juga masih mempertimbangkan dampak dari pemusnahan babi.

"Kalau kita musnahkan, berarti harus kita ganti itu barang, babi-babi itu. Setelah diganti, ini yang kita khawatirkan. Seperti China, hog cholera itu terjadi 20 tahun lamanya itu tidak boleh memelihara babi, bisakah rakyat kita-kita ini?" lanjut Edy.

Pemprov Sumut juga sudah mengalokasikan dana hingga Rp 5 miliar untuk menangani babi-babi yang mati karena terkena virus hog cholera. Dana Rp 5 miliar digunakan untuk mencegah penyebaran virus dan mengubur babi yang sudah mati.


Tonton juga Virus Kolera Babi Nyebar di Sumut, Mentan Bakal Isolasi Total! :

[Gambas:Video 20detik]

(idh/idh)