Mesin Waktu

Jepang Minta Maaf pada Korsel soal Budak Seks, Bagaimana dengan Indonesia?

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 13:37 WIB
Ilustrasi (Foto: dok. Reuters)
Jakarta - Tepat pada tanggal ini, pada 2015 pemerintah Jepang meminta maaf secara resmi kepada Korea Selatan atas kasus perempuan-perempuan yang dipaksa melayani kebutuhan seksual tentara-tentaranya selama masa Perang Dunia Kedua.

Dalam konferensi pers di Seoul, Fumio Kishida, Menteri Luar Negeri Jepang, mengakui keterlibatan otoritas militer dalam kasus budak seks atau jugun ianfu itu.



Kishida juga menyebut kasus tersebut telah melukai kehormatan dan martabat sejumlah besar perempuan, seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Jepang.

BBC menyatakan diperkirakan ada lebih dari 200 ribu perempuan yang direkrut untuk menjadi budak seks tentara-tentara Jepang sepanjang Perang Dunia Kedua. Sebagian besar berada di Korea, sementara yang lain berada di China, Filipina, Indonesia, dan Taiwan.

"Sebagai Perdana Menteri Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe menyampaikan lagi permintaan maafnya yang paling tulus dan penyesalannya kepada semua perempuan yang mengalami pengalaman menyakitkan serta menderita luka fisik dan psikologis yang tak dapat disembuhkan sebagai wanita penghibur," ujar Kishida.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3