Mesin Waktu

Ratu Belanda Teken Penyerahan Kedaulatan, Indonesia Harus Bayar Mahar

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 21:23 WIB
Penyerahan kedaulatan Belanda ke Republik Indonesia Serikat (RIS), dihadiri Ratu Belanda Juliana dan Perdana Menteri RIS Mohammad Hatta. (Joop van Bilsen/Anefo/Nationaal Archief, Public Domain via Wikimedia Commons)
Jakarta - Indonesia merdeka sudah sejak 17 Agustus 1945, namun Belanda telat mengakui kedaulatan negara ini. Baru pada 27 Desember 1949, Ratu Belanda Juliana meneken penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Republik Indonesia Serikat (RIS).

Suasana peristiwa 27 Desember kala itu dituliskan oleh wartawan senior, (Alm) Rosihan Anwar, dalam bukunya, 'Sejarah Kecil, Petite Histoire Indonesia, Vol I'. Lokasi acara penyerahan kedaulatan dari Belanda ke RIS itu mengambil tempat di Paleis op de Dam, istana yang terletak di tengah kota Amsterdam.

"Saya lihat di sana Ratu Juliana menandatangani dokumen penyerahan kedaulatan," tulis Rosihan.



Saat itu, suasananya berdesak-desakan. Di kejauhan nampak Ratu Juliana, Perdana Menteri Belanda Willem Drees, hingga Duta Besar Van Royen. Dari pihak Indonesia, ada Perdana Menteri RIS, Mohammad Hatta hingga Sultan Pontianak Alkadrie.

Rosihan melihat peristiwa yang dia sebut sebagai pertanda berakhirnya kekuasaan Belanda. Pertanda itu ada pada diri seorang pengurus rumah tangga Istana (Kamerheer).



"Dalam ruangan itu juga seorang Kamerheer (pegawai yang mengurus rumah tangga raja) jatuh lantaran semaput, mungkin karena lelah. Pada saat itulah sebuah pikiran melintas dalam benak saya: Kejadian itu adalah simbolis, mengindikasikan tamatnya kerajaan Belanda di Indonesia," tulis Rosihan.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3