#SaveTheirUmra Buka Sekretariat Pendaftaran Jemaah Korban First Travel

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 09:36 WIB
Foto: Gerakan #SaveTheirUmra (Yoki Alvetro/detikcom)
Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam travel perjalanan umrah serius memberangkatkan jemaah korban penipuan First Travel. Rencananya, gerakan kemanusiaan bertajuk #SaveTheirUmra ini akan memberangkatkan 1.000 calon jemaah ke Tanah Suci. Korban penipuan First Travel diimbau melapor ke sekretariat untuk didata.

Ketua Pembina Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel, Fuad Hasan Masyhur, mengatakan korban First Travel yang ingin melapor bisa langsung mendatangi Sekretariat Gerakan Kemanusiaan #SaveTheirUmra dengan membawa dokumen terkait. Alamat sekretariat itu berada di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 45, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

"Sejak tanggal 5 Desember 2019 lalu, kita sudah umumkan. Tapi sampai sekarang belum ada yang datang melapor untuk kita data. Bagi masyarakat yang mempunyai keluarga, kerabat atau teman yang kenal dengan korban penipuan First Travel bisa menginformasikan kepada kami dengan membawa data atau dokumen terkait untuk divalidasi," ujar Fuad dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (27/12/2019).


Dalam 30 hari ke depan, Fuad menyebut #SaveTheirUmra berencana memberangkatkan 100 jemaah yang memenuhi syarat verifikasi.

"Prioritasnya yang diberangkatkan adalah mereka yang tidak mampu secara ekonomi dan uzur (berusia lanjut)," katanya.

Untuk diketahui, selain Fuad, inisiator Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel di antaranya ialah Asrul Azis Taba (anggota), Baluki Ahmad (anggota), Magnatis Chaidir (anggota), Ali M Amin (Ketua Gerakan #SaveTheirUmra), Artha Hanif (anggota) dan Muharom Ahmad (anggota).


Gerakan ini berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dan lembaga pemerintahan terkait seperti Kementerian Agama, penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan. Gerakan ini disebut belum mendapat tanggapan positif, khususnya dari Kementerian Agama.

#SaveTheirUmra juga akan berkoordinasi dengan koordinator korban penipuan umrah First Travel untuk verifikasi data dan membuat daftar prioritas layak umrah yang perlu dibantu. (gbr/zak)