Round-Up

Abdul Malik Diusut Polisi: Dari Penodongan hingga Hewan Diawetkan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 07:37 WIB
Foto: Mobil Lamborghini yang dipakai pengusaha 'koboi' di Kemang (Faisal/detikcom)

Selain hewan offset, polisi juga menyita sejumlah peluru aktif yakni 10 butir peluru kaliber 2,56 mm, 11 peluru kaliber 9 mm dan 1 peluru pendek.

"Kami masih mendalami berkaitan kepemilikan peluru dan senpi atas peluru tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (26/12/2019).



Tidak hanya itu, pengusutan polisi juga menemukan fakta baru. Bahwa selain mobil Lamborghini, Abdul Malik juga ternyata punya 1 unit mobil Porsche dan land Cruiser. Meski barangnya tidak ditemukan di dalam rumah saat penggeledahan, namun polisi tetap akan mengusut surat-surat kendaraan tersebut hingga pajak kendaraan bermotor (PKB) atas dua kendaraan tersebut.

"Nanti kita cek semua dari kepemilikan mobil-mobil mewah lainnya. Nanti kan dari pihak pajak akan menilai," kata Andi.


Fakta lainnya terungkap, ternyata Abdul Malik menggunakan nama orang lain untuk registrasi mobil Lamborghini warna oranye bernopol B-27-AYR. Pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Lamborghini tersebut teregistrasi atas nama seorang pria yang diinisialkan AR.

Polisi telah mendatangi AR dan memintai keterangan terkait asal-muasal namanya yang digunakan untuk registrasi Lamborghini. Kepada polisi, AR mengaku dirinya pernah meminjamkan KTP kepada seorang pria berinisial Y sekitar tahun 2013.

Adapun, AR meminjamkan KTP itu sebagai syarat meminjam uang Rp 700 ribu kepadanya. Tanpa curiga, AR kemudian menyerahkan KTP itu setelah mendapatkan uang dari AR.

AR bahkan sempat disurati oleh petugas perpajakan yang menanyakan perihal 'kepemilikan Lamborghini'. Namun, karena merasa dia tidak memiliki mobil itu, AR pun mengabaikan surat tersebut.



Meski kendaraannya menggunakan identitas palsu, namun Abdul Malik rutin membayar pajak kendaraan tersebut. Namun, polisi menduga, Abdul Malik tidak menggunakan identitas pribadi dalam kepemilikan kendaraan itu untuk menghindari pajak progresif.

"Indikasinya untuk menghindari pajak," tutur Andi.

Hingga saat ini Abdul Malik masih ditahan di Polres Jakarta Selatan. Polisi masih terus mendalami dugaan demi dugaan pidana yang ditemukan, selain kasus utama yakni penodongan terhadap dua orang pelajar di Kemang, Jakarta Selatan.

Halaman

(mei/mei)