Layanan Angkutan Laut di Tanjung Emas Dioptimalkan untuk Mudik Nataru

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 18:30 WIB
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjungan Emas Semarang menyatakan kesiapannya dalam memberikan pelayanan bagi para pemudik Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas, Junaidi mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan dan pemantapan dalam menghadapi Angkutan Nataru, salah satunya dengan membuka posko dari (18/12/2019) sampai dengan (8/1/2020).

"Apalagi Angkutan Laut Nataru 2019-2020 ini berbarengan dengan masa liburan panjang anak sekolah, sehingga jumlah penumpang diprediksi akan mengalami kenaikan," ujar Junaidi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/12/2019).


Prediksi kenaikan jumlah penumpang terbanyak adalah pada tanggal 21 dan 28 Desember 2019 serta tanggal 3 Januari 2020. Secara Nasional, diprediksi terjadi kenaikan sebesar 1,84% atau kurang lebih 1.191.000 orang penumpang.

Saat ini, jelas Junaidi, terdapat 7 (tujuh) unit armada yang melayani Angkutan Nataru 2019-2020 di wilayah kerja KSOP Kelas I Tanjung Emas. 6 (enam) trayek kapal dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan 1 (satu) trayek dari wilayah kerja Pelabuhan Kendal dengan tujuan dari Semarang ke Pontianak, Ketapang, Kumai, Sampit, Panjang, dan Karimun Jawa, serta dengan tujuan Kendal-Kumai.

"Kami memiliki tujuh unit armada dengan kapasitas angkut 3.931 orang yang dioperatori oleh PT Pelni (Persero), PT Dharma Lautan Utama (DLU), PT Atosim Lampung Pelayaran, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)," ungkapnya.

Pagi tadi, lanjut Junaidi, pihaknya melepas keberangkatan KM. Kirana I dari PT DLU dengan rute Semarang-Kumai mengangkut sebanyak 210 orang yang terdiri dari 158 orang penumpang dewasa, 21 orang penumpang anak-anak, dan 31 orang pengikut/vendor.

Terkait dengan keamanan dan kenyamanan penumpang, menurutnya, Pelabuhan Tanjung Emas telah banyak melakukan pembenahan, baik dari sistem pelayanan maupun fasilitas pelabuhan.


Dia mengungkapkan, bahwa Pelabuhan Tanjung Emas sudah menggunakan boarding pass dan juga proses check keamanan dengan metal detector, jumlah timbangan barang, serta mesin X-Ray yang hampir sama dengan yang ada di bandara, yang tentunya diharapkan dapat membuat para penumpang merasa lebih aman.

"Selain berfungsi untuk menjamin satu tiket berlaku untuk satu penumpang, boarding pass juga berguna untuk pencatatan data penumpang dan barang bawaan sesuai dengan kapasitas, sehingga kapal tidak akan mengalami kelebihan muatan," jelasnya.

Junaidi menyatakan, untuk menjamin terselenggaranya Angkutan Nataru 2019-2020 yang aman nyaman dan selamat, pihaknya juga berkoordinasi dan melibatkan tujuh instansi unsur Maritim di Pelabuhan Tanjung Emas, antara lain Lanal Semarang, Ditpolair Polda Jateng, Polsek Pelabuhan, Distrik Navigasi Semarang, KKP Semarang, dan juga PT Pelindo III (Persero).

"Kami harap dengan semua upaya yang kami lakukan ini, kami dapat mewujudkan mudik Natal dan Tahun Baru yang aman, selamat, tertib dan nyaman," tutup Junaidi.

Simak Video "Catatan Menhub Usai Tinjau Mudik Natal di Pelabuhan Merak"

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)