KNKT Investigasi 72 Kecelakaan Selama 2019, Mayoritas Pelayaran-Penerbangan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 12:37 WIB
Foto: Konferensi pers KNKT (Azizah-detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan ada 72 investigasi kecelakaan sepanjang tahun 2019 yang dilakukan. Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko mengatakan investigasi kecelakaan yang dilakukan KNKT tahun ini didominasi kecelakaan pelayaran dan penerbangan.

"Skala jumlah ya ada kenaikan pelaksanaan investigasi, baik itu penerbangan dan pelayaran. Moda pelayaran dan penerbangan menyumbang angka terbesar kecelakaan transportasi yang diinvestigasi oleh KNKT," kata Haryo di kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).



KNKT menerbitkan 23 laporan investigasi moda pelayaran, 5 laporan investigasi moda penerbangan, 5 laporan investigasi moda kereta api serta 11 laporan investigasi moda LLAJ. Sejumlah rekomendasi juga diberikan KNKT kepada pihak yang terkait dengan keempat moda tersebut.

Haryo menyebut ada lima penyebab kecelakaan yang banyak terjadi. Antara lain faktor sarana-prasarana hingga manajemen perusahaan.

"Pertama dari prasarana bisa dari bandaranya, jalannya, pelabuhannya. Kedua adalah sarananya, kendaraan kalau di jalan raya, pesawat kalau di penerbangan, di laut itu kapalnya. Ketiga adalah manusianya, keempat adalah dari lingkungan, bisa jadi faktor cuaca dan lain-lain, dan terakhir adalah manajemen perusahaan," ujar Haryo.

Moda Penerbangan

Sub Komite Penerbangan KNKT melakukan 30 investigasi penerbangan, yang terdiri atas 8 kecelakaan dan 22 kejadian serius. Dari jumlah tersebut, kejadian runway excursion mendominasi kasus yang diinvestigasi.

Kepala Sub Komite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan tahun 2019 ini pihaknya menyelesaikan 5 laporan investigasi. Jumlah laporan yang tidak terlalu banyak itu menurutnya karena timnya tersita untuk menyelesaikan laporan investigasi kasus jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.



"Laporan yang sudah kami selesaikan tahun 2019 ini kami sangat berkonsentrasi menyelesaikan laporan PK-LQP ini benar-benar menyita waktu dan SDM di tempat kami sehingga tidak banyak yang kita selesaikan di kasus lain, yang kami hanya menyelesaikan 5 laporan investigasi," kata Nurcahyo.

Sub Komite Penerbangan menerbitkan 39 rekomendasi, yaitu 56 persen rekomendasi pengaturan dan 44 perden rekomendasi pengendalian atau pengawasan.

Identifikasi permasalahan penerbangan yang ditemukan KNKT yaitu:
1. Implementasi safety management system
2. Pengawasan operasi penerbangan
3. Desain dan sertifikasi pesawat udara
4. Kesehatan penerbang
Selanjutnya
Halaman
1 2