Penyelundupan Mobil Mewah di Priok, Kapolri Minta Pelabuhan Lain Dipantau

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 18:44 WIB
Konferensi pers penyelundupan mobil-motor mewah di Pelabuhan Tanjung Priok. (Jefrie/detikcom)

Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai, sepanjang 2016-2019, terdapat 54 unit kendaraan mewah, yaitu 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor mewah, dalam bentuk rangka dan mesin. Seluruh kendaraan mewah ini masuk tujuh kasus yang dibongkar oleh Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Sri Mulyani mengatakan aksi ini dilakukan oleh tujuh perusahaan berbeda. Perusahaan-perusahaan tersebut memasukkan mobil dan motor mewah dari Negara Singapura dan Jepang.

"Berbagai modus digunakan dalam tangkapan kali ini. Importasi kendaraan diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesori, dan perkakas," ujar Sri di lokasi yang sama.


Sebanyak tujuh perusahaan tersebut adalah PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP. Adapun perkiraan total nilai seluruh kendaraan penyelundupan itu mencapai Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp 48 miliar.
Halaman

(jef/idh)