RI Tak Beli Alutsista dari Eropa, Kemhan Klaim Tak Terkait Embargo Sawit

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 14:23 WIB
Foto: Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Indonesia mempertimbangkan untuk tidak membeli alutsista dari Eropa. Apakah sikap itu terkait embargo sawit dari Uni Eropa?

"Oh nggak juga. Nggak sampai di level itu, kita lagi fokus untuk membangun industri dalam negeri, industri pertahanan," kata Wahyu saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Wahyu juga menanggapi soal Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 164 Tahun 2019 tentang pembebasan bea masuk atas impor persenjataan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.


Sehingga dilakukan pembebasan bea masuk atas impor persenjataan, amunisi, perlengkapan militer, dan kepolisian. Dalam aturan tersebut, impor suku cadang, serta barang, dan bahan yang dipergunakan untuk menghasilkan barang yang dipergunakan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara juga dibebaskan dari bea impor.

Wahyu mengatakan saat ini Kemenhan fokus pada pengembangan industri alutsista. Menurutnya, PMK tersebut dibuat agar bisa dilakukan transfer teknologi.


"Intinya ke depan pembangunan industri alutsista dalam negeri harus ditingkatkan. Sedapat mungkin," ucap dia.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga tengah meninjau kembali kerja sama terkait proyek kerja sama Korea Selatan-Indonesia untuk alutsista jet tempur Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KF-X/IF-X). Peninjauan ulang dilakukan karena harga jet tempur tersebut terlalu mahal.

"Oh iya KFX lagi ditinjau lah," ujar dia. (jbr/fjp)