Jelang Nataru, Wamendag Pastikan Stok Sembako Aman & Harga Normal

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 21:07 WIB
Foto: Vadhia Lidyana/detikcom - Wamendag Jerry Sambuaga
Jakarta - Harga bahan pokok (sembako)menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 masih relatif normal. Harga sembako biasanya memang berfluktuasi menjelang Natal dan Tahun Baru, namun, kenaikan harga tidak terlalu tinggi.

"Kami upayakan harga tidak terlalu tinggi karena juga bisa memengaruhi daya beli, konsumsi, hingga level of happiness," ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam keterangannya, Sabtu (14/12/2019).


Hal itu diutarakan Jerry saat melakukan kunjungan ke Pasar Pinasungkulan, Pasar Bersehati, Ritel Modern Golden dan Multi Mart di Manado, Sulawesi Utara.

"Ada beberapa kenaikan harga dari beberapa produk tetapi paling penting ketersediaan aman dan stok aman," jelas Jerry.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah daerah selalu melakukan koordinasi dengan untuk mengindentifikasi kebutuhan bahan pokok atau sembako menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

"Untuk itu harus koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam Rakorda itu harus dikoordinasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan pihak terkait dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian mengatakan pengontrolan dilakukan agar pasokan sesuai dengan permintaan. Pasalnya, pasokan yang berlebih juga akan merugikan pedagang pasar.

"Kalau pasokan terlalu banyak di pasar terpaksa dijual rugi. Jadi kami kontrol pasokan dan permintaan berjalan seimbang," tuturnya.


Sebagai catatan, inflasi Sulut yang diwakili oleh Kota Manado sebesar 3,30 persen pada November 2019. Posisi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional 0,14 persen periode yang sama.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut mencatat bahwa inflasi tahun kalender Sulut sampai dengan November 2019 sebesar 5,50 persen atau lebih tinggi dari nasional 2,37 persen. Sementara itu, inflasi year on year (yoy) tercatat sebesar 6,32 persen sedangkan nasional 3,00 persen.

Bahan makanan menjadi kontributor terbesar inflasi Sulut, baik secara month to month (mtm), yoy, maupun tahun kalender. Untuk inflasi mtm misalnya, bahan makanan tercatat mengalami inflasi 13,60 persen. (ega/mpr)