Muhammadiyah Sangkal Wall Street Journal soal Muslim Uighur

Idham Kholid - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 21:16 WIB
Foto: Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. (Jefrie/detikcom)

Karena itu, dia menilai sikap politik Amerika tersebut merepresentasikan persaingan politik Amerika dengan China. Isu Uighur itu dijadikan sebagai salah satu bagian dari senjata politik Amerika.

"Sikap Muhammadiyah terhadap pelanggaran hak asasi manusia jelas, siapapun dimana pun yang melakukan pelanggaran HAM tentu Muhammadiyah akan memberikan kritik yang keras akan hal itu. Sehingga sama sekali Muhammadiyah tidak mendapatkan bantuan, tidak pula dibeli dan tidak pula dibayar hanya karena kepentingan politik tertentu. Apalagi yang biayai negara asing," ucapnya.


Dia menegaskan Muhammadiyah akan senantiasa jernih menyampaikan pandangan-pandangannya sesuai prinsip dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Muhammadiyah juga tidak ingin mencampuri urusan politik negara lain.

"Karena itu lah maka, terkait dengan berita Wall Street Journal itu, saya katakan berita itu salah, keliru, sesat dan menyesatkan. Muhammadiyah insyaallah akan senantiasa istikamah menyuarakan kebenaran kepada siapapun dan dalam menyuarakan kebenaran itu Muhammadiyah sekali lagi berprinsip kepada sikap dan posisinya yang independen," tuturnya.
Halaman

(idh/hri)