Wapres Ma'ruf Sebut Kampus Harus Bisa Redam Radikalisme

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 12:12 WIB
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom


Ma'ruf menjelaskan bahwa radikalisme adalah cara berpikir. Upaya penangkalan transfer berpikir ini harus dengan imunisasi ke masyarakat agar tidak mudah termasuki paham ini dengan dalih agama. Imunisasi ini dengan cara pemberian pemahaman toleran dan menerima perbedaan.

"Saya berkeyakinan menangkal radikalisme harus dimulai dari pendidikan. Pendidikan Islam penting menangkal radikalisme, harus menyampaikan Islam merupakan agama cinta damai, mengajarkan menyayangi," katanya.


Kampus juga harus lebih berani bersikap jika ada upaya atau pemahaman kebencian pada pemerintah dan negara. Ia meminta kampus menyampaikan narasi kerukunan, nasionalisme, patriotisme, dan bela negara.

Agen Perubahan

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf meminta para wisudawan dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjadi agen perubahan. Mereka diminta berinovasi di tengah masyarakat begitu keluar dari lembaga pendidikan tinggi atau kampus.

Ma'ruf mengatakan kesempatan menempuh jenjang pendidikan tinggi sangat terbatas di Indonesia. Dari 126,57 juta penduduk yang bekerja, hanya 12,27 atau hanya 9,7 persen merupakan lulusan universitas. Lulusan kampus, harus bisa berkontribusi di tengah masyarakat.

"Sebagai insan cendekia yang menikmati pendidikan tinggi, agar menjadi agen perubahan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara. Pastinya Anda harus melakukan perubahan dan inovasi" kata Ma'ruf.
Halaman

(bri/aan)