Dubes Agus Maftuh: Ormas di NKRI Dilarang Berideologi Al-Qaedah dan JI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 10:39 WIB
Agus Maftuh Abegebriel (Mardi Rahmat/20detik)
Agus Maftuh Abegebriel (Mardi Rahmat/20detik)
Jakarta - Arab Saudi dan Indonesia sudah menandatangani MOU tentang pemberantasan terorisme dan ideologi intoleran. Kedua negara sepakat untuk melakukan penutupan keran ideologi kekerasan dan sepakat untuk mengeringkan sumber mata air paham-paham ekstremisme.

Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun bagi semua narasi yang beraroma religious extremist (al-afkar al-mutatarrifah).


Agus Maftuh Abegebriel, Dubes RI untuk Saudi, menyampaikan pernyataan tersebut kepada tim Blak-blakan yang tayang di detikcom, Senin (9/12).

Ketika tim Blak-blakan menanyakan tentang buku 'Negara Tuhan', karya 1000 halaman apakah juga membahas tentang AD/ART sebuah ormas yang menginginkan NKRI bersyariah dan mengikuti sistem khilafah, sebagai penulis, Agus Maftuh enggan menjawab secara spesifik.

"Saya tidak akan menjawab ini secara spesifik AD/ART ormas tersebut, karena buku 'Negara Tuhan' ini ditulis pada tahun 2004 untuk memaparkan jaringan kekerasan internasional ,baik di Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika Utara, dan juga Asia Tenggara. Jaringan penebar teror tersebut seperti Al-Qaedah dan Jama'ah Islamiyyah," terang Agus Maftuh.

Dia lantas membuka dokumen di laptop milenialnya. Dokumen tersebut adalah PUPJI (Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah) yang berisi 10 prinsip dasar Gerakan JI.


Simak Video "Sejumlah Syarat Agar Habib Rizieq Bisa Pulang"


Selanjutnya
Halaman
1 2