Gerindra Sorot Dinas Luar Negeri Gubernur Sumbar, Kemendagri: Kita Evaluasi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 07:45 WIB
Foto: Akmal Malik (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Foto: Akmal Malik (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - DPD Gerindra Sumatera Barat memerintahkan anggota fraksinya di DPRD untuk mengajukan hak interpelasi terhadap Irwan Prayitno karena menganggap sang gubernur hampir tiap bulan ke luar negeri tanpa membawa hasil. Kemendagri mengaku akan melakukan pengecekan.

"Pastinya kita evaluasi nanti perjalanan dinas kepala daerah yang ke luar negeri itu kita evaluasi. Artinya apabila perjalanan itu ternyata tidak menghasilkan sesuai dengan tujuannya, ya pasti ke depannya akan kita perketat izinnya. Diperketat artinya tidak dikasih izin lagi," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik saat dihubungi, Sabtu (14/12/2019).


Akmal Malik membuka opsi tidak memberikan izin kunjungan luar negeri kepala daerah yang terbukti tidak sesuai dengan tujuan awal. Karena itu pihaknya bakal melakukan evaluasi terlebih dahulu.

"(Diperketat) yita nggak kasih izin saja. Makanya kita evaluasi dulu, nanti setelah hasil evaluasi ternyata menunjukkan banyak di antara kegiatan-kegiatan tidak sesuai dengan tujuannya mungkin ke depan kita akan batasi perjalanan dinas keluar negerinya," sebut dia.


Adalah Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade yang memerintahkan anggotanya di DPRD untuk menginisiasi hak interpelasi terhadap Gubernur Irwan. Interpelasi itu untuk menanyakan seringnya Irwan melakukan perjalanan ke luar negeri menggunakan dana APBD.

"Nah muncul keresahan di tengah masyarakat Sumatera Barat melihat perilaku dan praktik bahwa hampir tiap bulan, hampir tiap bulan nih, Pak Gubernur ini pergi ke luar negeri. Bahkan dalam satu bulan ada yang dua kali perjalanan dinas ke luar negeri. Dan ini menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Andre Rosiade.

"Karena hasilnya tidak jelas. Katanya mencari dan menjaring investor dari luar negeri, tapi sampai sekarang nggak ada investornya yang bisa dibawa ke Sumatera Barat. Manfaatnya tidak pernah dirasakan oleh masyarakat," imbuh Andre. (gbr/gbr)