Luncurkan Situs Pengecekan Buku Agama, Menag Cerita soal Baik-Buruk Khilafah

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 13:33 WIB
Fachrul Razi (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

Dia juga bicara tentang riwayat khilafah. Menurutnya, ada sejarah positif dan negatif dalam masa kekhalifahan.

"Khilafah itu mempunyai riwayat positif banyak hal yang dapat dicapai dalam masing-masing kekhilafahan itu," ucapnya.

"Tapi banyak juga hal-hal yang tidak baik untuk diangkat. Saya tidak usah jelaskan banyak. Misalnya pembunuhan ribuan orang juga terjadi pada transisi khilafah itu," sambung Fachrul.

Dia mengatakan penggunaan sistem khilafah tidak lagi relevan pada era saat ini. Fachrul menekankan jangan sampai pembahasan mengenai khilafah justru menimbulkan kebencian di masyarakat.

"Tolong ditata secara baiklah. Jangan sampai membuat orang menjadi benci. Jangan juga menjadi berlebihan menilai sistem itu sistem yang terbaik untuk diterapkan pada era sekarang," ujar Fachrul.



Fachrul juga bercerita saat dirinya berada di Arab Saudi. Dia menyinggung penerapan anggapan bid'ah yang sempat terjadi di Arab Saudi. Hal tersebut Fachrul singgung usai membahas peluncuran karya-karya para ulama yang menurutnya dapat menjadi sumber referensi nasional dan dunia.

"Kesinambungan peradaban sangat penting. Seminggu yang lalu saya di Saudi, Alhamdulillah, saya sempat mendengarkan visi Saudi 2030. Yang disayangkan adalah yang memaparkan ke saya itu, visi Saudi 2030 itu, antara lain mengatakan ada suatu masa sebelum kami yang beranggapan bahwa artefak atau peninggalan-peninggalan masa lalu itu adalah bid'ah atau sesat sehingga banyak yang dimusnahkan dan kami sedih. Sekarang kami coba membangun kembali. Tapi tentu saja nilai-nilainya tidak setinggi yang aslinya," jelas Fachrul.
Halaman

(jef/haf)