Cerita Menag Dianjurkan Dokter Terapi Kesehatan Baca Al-Qur'an dengan Suara Keras

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 13:20 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi (Agung Pambudhy/detikcom)
Menteri Agama Fachrul Razi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meluncurkan Al-Qur'an terjemahan berbahasa daerah Palembang dan Sunda karya Ulama Nusantara Online, buku 'Ensiklopedi Ulama Nusantara', dan website 'Penilaian Buku Pendidikan Agama'. Dalam sambutannya, Fachrul mengatakan saat ini Al-Qur'an juga dapat digunakan untuk terapi kesehatan.

"Saya melihat memang banyak juga yang menggunakan Al-Qur'an sebagai terapi kesehatan. Katakanlah teman-teman yang habis terkena stroke, misalnya lidahnya agak kaku untuk ngomong, terapi membaca Al-Qur'an sangat baik," kata Fachrul di Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).

Dia kemudian membagikan cerita pribadinya saat dianjurkan dokter mempraktikkan hal tersebut. Fachrul mengakui membaca Al-Qur'an dengan keras memberikan pengaruh bagi kesehatan lidahnya.


"Bagi orang yang usia lanjut seperti saya sebagai contoh, diajarkan oleh dokter saya 'supaya Bapak tidak gampang kelu lidahnya, maka yang usia 60 tahun ke atas dianjurkan untuk banyak membaca Al-Qur'an dengan suara yang keras sekali'," sambungnya.

Fachrul pun mengaku mempraktikkan anjuran dokter tersebut. Karena terbiasa membaca Al-Qur'an dengan suara kencang, Fachrul mengatakan cucunya selalu ingin berada di dekatnya saat merasa ketakutan.

"Saya biasa lakukan itu di rumah sehingga cucu saya kalau habis nonton film yang menakutkan gitu dia bilang, 'mau tidur sama kakek sajalah. Kalau kakek baca Al-Qur'an-nya keras sekali. Setan-setan pada takut semua'. Tapi saya kira memang betul," ucap Fachrul.


Dia mengatakan pihak Kementerian Agama (Kemenag) sejauh ini telah memiliki terjemahan Al-Qur'an dalam 21 bahasa daerah Indonesia. Mantan Wakil Panglima TNI tersebut mengatakan maksud dirilisnya Al-Qur'an dalam bahasa daerah ini juga untuk membumikan Al-Qur'an melalui sisi kebudayaan.

"Al-Qur'an dan terjemahannya dalam bahasa daerah Palembang dan Sunda dimaksudkan untuk lebih membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur'an di lingkungan masyarakat Palembang atau Sumatera Selatan dan Sunda. Seperti akhlak, kejujuran, ketabahan, keadilan, tenggang rasa, dan kearifan. Juga dimaksudkan tentu saja untuk melestarikan bahasa daerah kita yang jangan sampai hilang," jelasnya.

Kegiatan peluncuran ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Peserta yang hadir pada acara ini terdiri dari unsur keagamaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah terkait.




Simak juga video Ngaji 1 Juz, Gratis Berobat di Klinik Ini!:

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(jef/jbr)