Milenial Jadi Pendamping BPNT, Mensos: Pejuang Kesejahteraan Sosial

Moch Prima Fauzi - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 22:27 WIB
Foto: Dok. Kemensos
Jakarta - Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) tak akan maksimal tanpa peran pendamping. Penyaluran BPNT tepat sasaran ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM) berkat para pendamping.

"Kalian adalah pejuang kesejahteraan sosial. Tanpa kalian, kami (Kemensos) tidak bisa apa-apa," ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangan tertulis, Kamis (12/12/2019).

Hal itu ia ungkapkan saat acara Peningkatan Kapasitas Pendamping BPNT 2019, di Hotel Vasa, Surabaya, Jawa Timur.


Sebanyak 269 orang pendamping bantuan sosial (bansos) pangan menghadiri acara ini. Mereka berasal dari enam provinsi, khususnya wilayah III yang terdata dalam Ditjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Jawa Timur.

Mensos Juliari senang melihat para pendamping yang hadir pada kegiatan tersebut banyak dari kalangan milenial. Para milenial diyakini memiliki pola pikir terbuka dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Ini (pendamping dari kalangan milenial) harus diberdayakan supaya jangan sampai keuntungan ini malah menjadi bencana. Artinya, generasi muda harus benar-benar memberikan warna bagi kehidupan bangsa dan negara," ujar Ari--sapaan Juliari.

Ari optimistis penyaluran bansos pangan ke depan akan makin baik karena banyak pendamping berusia muda. Dia mengingatkan agar para pendamping selalu mengembangkan diri.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menghadiri pembekalan pendamping sekaligus membuka acara tersebut. Berbicara di hadapan audiens, Khofifah menjelaskan saat ini Jawa Timur surplus 2,8 miliar butir telur.

"Jawa Timur memproduksi 8,2 miliar butir telur. Kami berharap Bapak (Mensos Juliari) memperbanyak bansos pangan di sini," kata Khofifah.

Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, Direktur Jenderal PFM Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan pada kegiatan tersebut diserahkan beasiswa kepada tiga anak berprestasi, penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank BRI kepada sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berprestasi, dan penyerahan buku tabungan kepada 49 keluarga. (prf/ega)