Jemaah Tak Kunjung Terbang, Agen First Travel Surati Dubes Saudi Minta Solusi

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 18:03 WIB
Demo korban First Travel (lamhot/detikcom)
Demo korban First Travel (lamhot/detikcom)
Jakarta - Para jemaah korban First Travel yang tergabung dalam Persatuan Agen Jamaah Korban First Travel (Pajak FT) mendatangi kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta. Koordinator Pajak FT, Eni Rifkiah, mengatakan kedatangannya dan jemaah korban First Travel tersebut adalah untuk meminta bantuan.

"Alhamdulillah tadi surat sudah diterima ya. Nanti katanya akan dikabarin lewat telfon lagi. Jadi ini karena apa ya, niat kita ini kesana sebagai bagian dari subjek hukum internasional. Jadi jemaah ini, baik kami sebagai warga negara yang terhimpun di grup kami, Persatuan Agen Jemaah Korban First Travel, ya memohon untuk menemui bapak duta besar," kata Eni saat dihubungi detikcom, Rabu (11/12/2019).

"Tujuan kita ya minta solusi, minta bantuan. Karena lagi bingung. Sudah 2 tahun lebih, udah hampir 3 tahun," sambungnya.

Eni mengatakan saat mendatangi kantor Kedubes Arab Saudi, pihaknya membawa surat permohonan untuk beraudinsi dengan Duta Besar Arab Saudi. Dia menyebut, surat itu ditulis dalam bahasa Arab.

Dia mengatakan ada 10 orang jemaah korban First Travel yang tadi siang mendatangi kantor Kedubes Arab Saudi. Namun, kata Eni, hanya dirinya yang diperbolehkan masuk ke sana dan menyerahkan surat permohonan audiensi tersebut.

"Satpam resepsionis itu. Jadi ada ditulis di bukunya itu, sama nomor KTP, sama nomor telfon. Nanti katanya ibu akan dibalesnya via telepon, gitu," ucapnya.

Eni kemudian menyinggung soal surat audiensi yang juga telah mereka ajukan ke pihak Kementerian Agama. Kata Eni, belum ada respons terkait surat tersebut.

"Lagi nunggu ini yang dari Kemenag belum dapat balasan surat yang kemarin. Mungkin besok kali," ujar Eni.

Dia mengatakan pihaknya akan mencoba menghubungi pihak Kementerian Agama terkait permohonan audiensi tersebut. Namun, terkait pengajuan surat audiensi kepada pihak Kedubes Arab Saudi, Eni mengaku sangat berharap mendapatkan bantuan.

"Harapannya besar sekali. Karena terkait kita apresiasi pengusaha yang katanya mau memberangkatkan seribu orang itu. Kan kalau misalnya nanti kita coba diskusi, 'pak tolong kami', misalnya. Tolong dong misalnya tiketnya digratisin untuk korban dari pihak kedubes itu. Atau misalnya ada potongan harga segala macam, akomodasinya. Kan namanya kita nih warga Indonesia umroh nih udah banyak banget. Mungkin nomor 2 atau 3 terbesar sedunia. Artinya ada timbal baliknya mungkin. Harapannya seperti itu," jelasnya.

Setelah mengajukan surat audiensi ke pihak Kedubes Arab Saudi, Eni mengatakan pihaknya juga berencana mengajukan surat audiensi ke pihak Kedubes Turki. Namun, Eni mengaku belum dapat memastikan waktu pengajuan surat tersebut.

"Mungkin ke Kedubes Turki ya. Kita cari donatur. Intinya cari donatur. Dari pada mikirin negara lama banget. Belum tahu (waktu pastinya), baru rencana. Kan kita perlu konsep dulu suratnya, terus kita terjemahkan ke bahasa Turki. 1 atau 3 hari kali," tutup Eni.

Sebelumnya, Eni dan puluhan korban First Travel (FT) mendatangi kantor Kementerian Agama (Kemenang) untuk meminta kejelasan nasib mereka (9/12). Saat itu Eni mengatakan ingin bertemu dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (asp/asp)