Pembunuh TKI Ilyas Sesama WNI, Motif Pertengkaran soal Giliran Masak

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 16:27 WIB
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Jakarta - Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menangkap pembunuh Ilyas, TKI asal Trenggalek, Jawa Timur (Jatim). Pelakunya ternyata sesama TKI berinisial H asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Polisi Diraja Malaysia Sudah menangkap pelaku, saat ini sedang dilakukan pendalaman. Tersangka berinisial H, sama-sama WNI," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Asep mengatakan, berdasarkan informasi dari KJRI di Malaysia, Ilyas dan tersangka H terlibat pertengkaran hingga akhirnya terjadi peristiwa pembunuhan. Pertengkaran itu dipicu hal sederhana karena berdebat soal giliran masak di tenda pekerja kebun.



"Motif sementara diduga karena pertengkaran tentang giliran masak makan pagi di barak pekerja ladang. Antara korban dan pelaku saling kenal, satu tempat kerja," jelas Asep.

Sebelumnya diberitakan, Ilyas Setiawan (27) diduga dibunuh di perkebunan kelapa sawit di Serawak, Malaysia. Polri menyampaikan identitas pembunuh Ilyas sudah diketahui oleh Kepolisian Malaysia dan sedang diburu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan pihak KJRI Kuching sendiri tahu tentang kejadian pembunuhan ini pada Jumat (6/12). KJRI menerima informasi dari Ketua Polis Daerah (KPD) Serian, Sarawak, Malaysia, DSP Aswandi Anis.


"Bahwa telah terjadi tindak pidana pembunuhan dengan korban diduga WNI, mengingat pada tubuh korban telah ditemukan KTP terbitan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur," ujar Argo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tadi pagi.

Jasad Ilyas ditemukan pada Kamis (5/12) sekitar pukul 15.00 waktu setempat di Ladang Kelapa Sawit, Kampung Abit Ensebang Plaie, Serian. Saat ditemukan, jasad dalam kondisi terluka di bagian leher belakang sepanjang kurang-lebih 9 cm.


Tonton juga Aksi Damai Mendukung TKI di Hong Kong yang Dideportasi :

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aan)