Round-Up

Penyunatan Anggaran TGUPP Dianggap Anies Indikator Keberhasilan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 07:27 WIB
Anies Baswedan (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Anies Baswedan (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta menyunat anggaran bagi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) . Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penyunatan anggaran adalah indikator keberhasilan.

Banggar DPRD DKI awalnya memangkas jumlah anggota TGUPP dari 67 menjadi 50 orang. Pemangkasan jumlah anggota TGUPP itu membuat rencana anggaran untuk operasional TGUPP senilai Rp 19,8 miliar akan disesuaikan.

Pemangkasan jumlah anggota itu diawali perdebatan anggaran operasional TGUPP dipertahankan di Badan Perencanaan dan Pendapatan Daerah (Bappeda) atau dihapus. Komisi A mengatakan sudah ada kesepakatan setuju namun ada evaluasi.

"Saya bacakan lebih lengkap terkait dengan pengalokasian penyelenggaraan tugas TGUPP Rp 19 miliar setelah mendapatkan penjelasan tupoksi, Komisi A dapat menerima usulan dengan beberapa catatan penting," ucap Ketua Komisi A, Mujiyono, dalam rapat Banggar RAPBD di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, DKI Jakarta, Senin (9/12/2019).



"Pertama dilakukan evaluasi menyeluruh tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dan kewenangan TGUPP. Pengalokasian anggaran tidak disetujui Gembong Warsono dari PDIP," kata Mujiyono.

Pengalokasian anggaran ini menjadi pro dan kontra di anggota Dewan, khususnya oleh Fraksi PDIP. Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono meminta anggaran untuk TGUPP menggunakan dana operasional gubernur.

"Memang ada tupoksi operasional TGUPP. Jadi ada cikal bakal tidak harmonis. Karena poin 6 (fungsi pengawasan terhadap SKPD) sangat operasional. Daripada buat polemik dalam menjalankan tugas. Lakukan evaluasi menyeluruh, anggaran nol kan saja. Kalau Pak Gubernur butuh, silakan pergunakan dana operasional. Toh dana operasional kan besar," ucap Gembong.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4